BeritaNewsPemerintahan

Pemkot Bogor Gencarkan Penataan Kota, Fokus Kebersihan dan Ketertiban Lingkungan

39
×

Pemkot Bogor Gencarkan Penataan Kota, Fokus Kebersihan dan Ketertiban Lingkungan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260410 172948
Foto: Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat wawancara.

KOTA BOGOR, Jumat (10/04) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menggencarkan penataan wilayah guna mewujudkan kota yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto melalui program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), yang menekankan pentingnya pembenahan lingkungan dari tingkat desa hingga perkotaan.

Di Kota Bogor, penataan dilakukan di berbagai titik yang tersebar di enam kecamatan. Langkah yang diambil antara lain penertiban bangunan liar yang memakan badan jalan serta penataan pedagang kaki lima (PKL) yang menempati trotoar dan saluran air.

Pemkot juga merelokasi PKL ke lokasi yang telah disediakan, seperti Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari, guna mengurangi dampak terhadap kebersihan dan kelancaran lalu lintas.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa upaya penertiban akan terus berlanjut ke sejumlah titik lain di wilayah Kota Bogor.

“Ini akan dilanjutkan ke titik lain yang dirasa perlu kita berikan sentuhan. Karena masih banyak yang belum memahami bahwa saat ini sedang dilakukan langkah untuk mengembalikan ketertiban, kebersihan, dan keindahan Kota Bogor sebagaimana yang diharapkan seluruh masyarakat,” ujarnya saat melakukan inspeksi mendadak di kawasan Alun-alun Kota Bogor, Kamis malam (09/04/2026).

Selain itu, penertiban juga menyasar aktivitas distribusi logistik, khususnya angkutan sayur dan buah yang sebelumnya memasok PKL di sejumlah ruas jalan seperti Jalan Roda, Pedati, dan Lawang Surya Kencana. Kegiatan bongkar muat diarahkan ke pasar resmi untuk mengurangi kemacetan dan penumpukan sampah.

Pemkot mencatat, langkah tersebut berdampak pada penurunan volume sampah harian dari sebelumnya sekitar 20 hingga 30 ton menjadi sekitar 10 ton per hari.

“Ini menjadi perhatian kita untuk hadir menyelesaikan permasalahan yang menyangkut ketertiban Kota Bogor,” kata Dedie.

Dalam pelaksanaannya, program ASRI dilakukan dengan pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir, termasuk penertiban sumber permasalahan seperti praktik listrik ilegal dan distribusi logistik yang tidak sesuai ketentuan.

“Sejak awal Pak Wakil menemukan listrik ilegal di Jalan Mayor Oking, itu langsung kita putus. Kemudian masalah suplai logistik. Jadi, listrik ilegal dan suplai barang ke PKL ini menjadi titik awal yang terus disisir agar keberadaan petugas lebih efektif. Kita sisir sumbernya agar lebih cepat tertib, resik, dan indah,” tambahnya.

Melalui langkah ini, Pemkot Bogor berharap penataan kota dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan tertib bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan