Pemkot Bogor Ditengarai Alami Kerugian Atas Pembangunan jalur Pedestrian Sepanjang Surken

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Perhubungan Kota Bogor, Doddy Wahyudin.

BOGOR, Jumat (11/10/2019) suaraindonesia-news.com – Selain masyarakat pedagang di sepanjang jalan Suryakancana yang merugi, Pemerintah Kota Bogor juga ditengarai rugi atas Pembangunan jalur Pedestrian yang saat ini sedang dilaksanakan di sepanjang jalan Suryakancana (Surken).

Bukan tanpa alasan pedagang disekitar Surken mengalami kerugian, karena dari pagi hingga malam jalur Suryakancana mengalami kemacetan parah, sehingga para pengunjung enggan untuk turun di lokasi perbelanjaan, dan lebih memilih melaju ke kawasan Sukasari.

Selain itu, kerugian yang dialami Pemerintah Kota Bogor, khususnya pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor perparkiran, dimana selama pelaksanaan pembangunan Pedestrian jalan Suryakancana, disektor perparkiran di jalur itu, mengalami kehilangan pendapatan hingga mencapai 600 Juta rupiah.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Perhubungan Kota Bogor, Doddy Wahyudin, mengungkapkan, Pendapatan restrebusi parkir di jalan Suryakancana itu perharinya bisa mencapai 5 Juta rupiah.

“Jika kita kalikan selama 120 hari pembangunan Pedestrian itu, maka diperkirakan kita mengalami kerugian seberar 600 Juta rupiah,” ungkapnya kepada media, Kamis (10/10).

Menurutnya, lintasan jalur Suryakancana termasuk kawasan primadonanya pendapatan parkir di Kota Bogor, dan sejak pembangunan pedestrian jalan Suryakancana itu, hampir setiap hari, kawasan Primadona parkir itu tidak menghasilkan retrebusi, alias nol rupiah,” tambah Doddy.

Doddy menegaskan pihaknya memaklumi bahwa jalan Suryakancana sedang dalam penataan khususnya perbaikan jalur pedestriannya.

“Insya Allah, jika pembangunannya sudah selesai, kami yakin jalur Suryakancana akan kembali menjadi primadona nya perparkiran di Kota Bogor, dan mungkin pendapatan kami akan jauh lebih besar lagi,” harap Doddy.

Berkaitan dengan kerugian yang diakibatkan pembangunan pedestrian yang berimbas kepada menurunnya PAD Kota Bogor.

“Pembangunan Pedestrian itu, untuk saat ini, jelas sangat berdampak pada penurunan pendapatan perparkiran,” ujarnya.

Untuk mengatasi masalah kerugian yang diakibatkan pembangunan pedestrian yang berimbas kepada menurunnya PAD Kota Bogor kata Doddy, pihaknya akan berikan penjelasakan baik kepada Pemerintah Kota Bogor, maupun kepada para anggota DPRD Kota Bogor, yang memang sebelumnya, telah memberikan target pendapatan untuk tahun ini sebesar 3,4 Milyar.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Marisa


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here