KOTA BOGOR, Jumat (16/01) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana melakukan penataan ulang kawasan Kecamatan Bogor Tengah yang dinilai sebagai etalase utama Kota Bogor.
Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Tengah yang digelar di Hotel Onih.
Menurut Dedie, Bogor Tengah memiliki sejumlah kawasan strategis, seperti alun-alun kota, pusat kuliner, serta ruang publik lainnya. Namun demikian, kondisi kawasan tersebut masih memerlukan sentuhan penataan agar mampu merepresentasikan wajah Kota Bogor secara keseluruhan.
“Di Bogor Tengah ini ada alun-alun, pusat kuliner, serta tempat-tempat strategis lainnya. Namun kondisinya masih banyak yang perlu diberikan sentuhan, sehingga ke depan Bogor Tengah dapat menjadi representasi Kota Bogor secara keseluruhan,” ujar Dedie.
Dalam waktu dekat, Pemkot Bogor juga akan melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Dewi Sartika, MA Salmun, Sawo Jajar, Nyi Raja Permas, dan Jalan Merdeka.
Selain itu, Dedie menegaskan bahwa kawasan Jalan Lawang Saketeng, Jalan Pedati, Jalan Roda, Jalan Bata, dan Jalan Surya Kencana harus steril dari aktivitas PKL. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pembongkaran Pasar Bogor dan Plaza Bogor.
Ia menjelaskan, ruas-ruas jalan tersebut akan digunakan sebagai akses keluar-masuk alat berat serta kendaraan besar untuk penyimpanan dan pengangkutan material bongkaran.
“Jika tidak steril dari PKL, proses pembongkaran bisa memakan waktu lebih lama dan menjadi tidak efisien. Karena itu, saya mengimbau para pedagang untuk pindah ke Pasar Sukasari dan Jambu Dua,” katanya.
Dedie menegaskan bahwa PKL di lokasi tersebut tidak diperkenankan lagi berjualan karena area akan ditutup dan digunakan untuk operasional alat berat.
“Mulai sekarang pedagang harus memindahkan aktivitasnya ke dalam pasar. Tidak bisa seperti sekarang yang menjadikan Bogor Tengah terkesan kumuh, karena Bogor Tengah ini adalah representasi Kota Bogor. Ke depan, seluruh wilayah Kota Bogor harus tertata rapi, bersih, dan teratur,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Bogor Tengah Dheri Wiriadirama menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD 2027 di wilayahnya tidak lagi didominasi oleh usulan pembangunan infrastruktur.
Menurut Dheri, pada tahun ini masyarakat mengajukan usulan yang lebih beragam dan mencakup empat bidang utama, yakni fisik, sosial, ekonomi, dan pemerintahan.
“Tahun ini usulan masyarakat tidak melulu pembangunan fisik. Ada empat bidang yang diusulkan oleh kelurahan, yaitu fisik, sosial, ekonomi, dan pemerintahan,” jelasnya.
Dheri mengungkapkan, total terdapat 331 usulan yang dihimpun dari tingkat RW dan kelurahan se-Kecamatan Bogor Tengah. Usulan tersebut kemudian dikompilasi dan dibandingkan dengan realisasi program Pemkot Bogor pada Musrenbang sebelumnya.
“Hasilnya, hampir 50 persen usulan Musrenbang sebelumnya telah direalisasikan pada kegiatan tahun 2025. Ini menunjukkan keberpihakan Pemkot Bogor terhadap pembangunan wilayah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sejumlah usulan bersifat strategis dan mendesak sehingga membutuhkan penanganan cepat. Meskipun masuk dalam perencanaan RKPD 2027, Dheri berharap sebagian program prioritas dapat direalisasikan lebih awal.
“Mudah-mudahan ada yang bisa direncanakan atau dilaksanakan di 2026, terutama usulan yang urgensinya tinggi,” ujarnya.
Adapun usulan prioritas yang menjadi perhatian utama, lanjut Dheri, meliputi penanganan tebing rawan longsor melalui pembangunan tembok penahan tanah (TPT) serta perbaikan saluran air yang kerap menjadi penyebab banjir di sejumlah wilayah.
Reporter: Iran G Hasibuan
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri












