BALIKPAPAN, Rabu (4/2) suaraindonesia-news.com – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam memeratakan akses pendidikan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dilakukan. Memasuki awal tahun 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan tancap gas mematangkan proyek pembangunan SMP Negeri 29 Balikpapan yang akan berlokasi di kawasan strategis perumahan elit Grand City, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara.
Langkah ini diambil sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan fasilitas pendidikan menengah di kawasan yang terus berkembang pesat. Tidak hanya membangun sekolah baru, Disdikbud juga melakukan langkah taktis dengan menambah kapasitas SMPN 24 Balikpapan di KM 7,5 Balikpapan Utara melalui penambahan rombongan belajar (rombel).
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi tahun akselerasi infrastruktur pendidikan. Saat ini, pihaknya sedang berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan seluruh tahapan administrasi agar proyek fisik dapat segera dilaksanakan.
“Fokus kami tahun ini adalah eksekusi pembangunan fisik. Ada dua prioritas utama, yakni penambahan rombel di SMPN 24 dan pembangunan gedung SMPN 29 di Grand City Balikpapan,” tegas Irfan saat ditemui di kantornya, Rabu (4/2).
Irfan memaparkan bahwa proyek SMPN 29 Balikpapan ini akan menelan anggaran sekitar Rp24 miliar yang bersumber dari APBD Kota Balikpapan. Guna memastikan kualitas bangunan yang mumpuni, pihak Disdikbud akan melakukan ekspos Detail Engineering Design (DED) pada Kamis besok, yang akan melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta manajemen pengembang Grand City Balikpapan guna menyelaraskan konsep desain dengan tata ruang kawasan.
“Kami targetkan proses lelang sudah bisa dilaksanakan pada Maret 2026. Skemanya adalah satu tahun anggaran, jadi kita harapkan akhir tahun ini bangunan sudah berdiri kokoh,” tambah Irfan dengan nada optimis.
Menyadari bahwa bangunan fisik saja tidak cukup, Irfan memastikan bahwa pendistribusian tenaga pendidik juga telah disiapkan, yang akan diproyeksikan untuk mengisi sekolah-sekolah baru hasil dari pembangunan tahun 2025 maupun tahun 2026.
Namun, di tengah ambisi pembangunan fisik, Pemkot Balikpapan juga tetap menjaga keseimbangan hak-hak tenaga kerja pendidikan. Di tengah kondisi pengetatan anggaran, Irfan memastikan kesejahteraan guru dengan skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) tetap menjadi prioritas utama.
“Selain infrastruktur, fokus besar kami di 2026 adalah penyelesaian penggajian guru PJLP. Ini prioritas yang tidak boleh dikesampingkan agar kualitas pengajaran tetap terjaga meskipun kita sedang melakukan efisiensi anggaran di sektor lain,” pungkasnya.
Dengan hadirnya SMPN 29 dan perluasan SMPN 24, diharapkan drama tahunan terkait keterbatasan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Balikpapan dapat diminimalisir secara signifikan.












