BeritaPemerintahan

Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Keselamatan Pelayaran Menjelang Libur Nataru

Avatar of admin
×

Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Keselamatan Pelayaran Menjelang Libur Nataru

Sebarkan artikel ini
IMG 20241213 225041
Foto: Rapat koordinasi (rakor) terkait kesiapan angkutan laut, yang digelar Pemkab Sumenep pada jumat (13/12/2024). (Istimewa).

SUMENEP, Jum’at (13/12) suaraindonesia-news.com -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur mengadakan rapat koordinasi (rakor) terkait kesiapan angkutan laut, pada jumat (13/12/2024).

Hal tersebut dilakukan dalam rangka menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), untuk memperketat pengawasan transportasi laut untuk memastikan keamanan penumpang.

Di sisi lain juga meliha saat ini menghadapi tantangan serius dalam menjaga keselamatan pelayaran, terutama di tengah ancaman cuaca ekstrem melihat Sumenep terdiri dari sejumlah pulau.

Diketahui pertemuan itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah Sumenep, Edi Rasiyadi, dan dihadiri sejumlah instansi terkait, baik secara luring maupun daring.

Turut hadir pula camat dari wilayah kepulauan serta perwakilan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP).

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem di wilayah perairan Kabupaten Sumenep dan memastikan seluruh kapal memiliki perlengkapan keselamatan yang memadai. Ini penting, terutama untuk menghadapi masa libur Nataru,” ujar Sekretaris Daerah Sumenep, Edi Rasiyadi. Jum’at (13/12/2024).

Edi menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak untuk mencegah terulangnya insiden pelayaran di masa lalu.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget, wilayah Sumenep diprediksi menghadapi puncak musim hujan pada Januari-Februari 2025, dengan potensi gelombang tinggi mulai akhir Desember.

Ia menjelaskan Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) disebut akan meningkatkan curah hujan, yang bisa berdampak pada aktivitas pelayaran.

Untuk itu, pemerintah meminta pemilik kapal, terutama kapal tradisional yang melayani rute antarpulau, memastikan ketersediaan alat keselamatan seperti pelampung dan sekoci.

Selain itu, Edi juga mengimbau bagi camat di wilayah kepulauan untuk memperkuat koordinasi dengan BMKG serta menggunakan aplikasi Si Kapal untuk menyebarkan informasi cuaca terkini kepada masyarakat.

“Kami mengingatkan seluruh pemilik kapal agar selalu memprioritaskan keselamatan penumpang, mematuhi kapasitas muatan, dan mengikuti aturan pelayaran. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Edi.

Menurutnya transportasi laut memegang peran penting bagi aktivitas masyarakat di Sumenep, baik untuk distribusi logistik maupun mobilitas warga antarpulau.

“Kami berharap, langkah mitigasi yang telah disiapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan kelancaran pelayaran selama masa libur akhir tahun,” tutupnya.