BeritaNewsPemerintahan

Pemkab Sumenep Kembangkan Subsektor Perkebunan untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

6
×

Pemkab Sumenep Kembangkan Subsektor Perkebunan untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Sebarkan artikel ini
IMG 20260402 152904
Foto: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid mendampingi Wabup KH. Imam Hasyim saat peresmian kawasan smart farming hortikultura.

SUMENEP, Rabu (4/3) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai memperluas fokus pembangunan sektor pertanian dengan mengembangkan subsektor perkebunan. Langkah ini ditempuh sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan bahwa pemerintah pusat saat ini tengah menjalankan program pengembangan komoditas perkebunan strategis, seperti kopi, kakao, tebu, kelapa, dan jambu mete.

“Dari program tersebut, Sumenep memperoleh alokasi untuk peremajaan dan pengembangan komoditas kelapa serta jambu mete,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, penguatan subsektor perkebunan diyakini dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi sektor pertanian daerah. Dengan perluasan lahan tanam serta peningkatan kualitas tanaman, produksi komoditas perkebunan diharapkan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Meski demikian, sektor tanaman pangan tetap menjadi perhatian utama. DKPP menargetkan peningkatan produktivitas gabah dari rata-rata enam ton per hektare menjadi tujuh hingga delapan ton per hektare.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui pendampingan intensif kepada petani, penerapan teknologi pertanian modern, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Target itu tentu harus didukung dengan peningkatan kualitas SDM pertanian,” kata Chainur.

Ia menambahkan, pihaknya secara berkelanjutan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para penyuluh pertanian agar mampu mendampingi petani secara maksimal, baik dalam pengelolaan tanaman pangan maupun komoditas perkebunan.