Pemkab Pamekasan Raih Predikat SPBE Terbaik Se-Madura Tahun 2024 - Suara Indonesia
BeritaPemerintahan

Pemkab Pamekasan Raih Predikat SPBE Terbaik Se-Madura Tahun 2024

Avatar of admin
×

Pemkab Pamekasan Raih Predikat SPBE Terbaik Se-Madura Tahun 2024

Sebarkan artikel ini
IMG 20250109 185806
Foto: Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pamekasan, Taufikurrachman saat Talkshow di salah satu stasiun Radio.

PAMEKASAN, Kamis (09/01) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa timur, Kamis (9/01/2025), mendapatkan predikat SPBE Terbaik Se-Madura Pada Tahun 2024.

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan konsep dan upaya pemerintah untuk memanfaatkan teknologi informasi serta komunikasi dalam pelaksanaan pelayanan publik.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pamekasan, Taufikurrachman saat Talkshow di salah satu stasiun Radio mengatakan, Pemkab Pamekasan bisa mendapatkan predikat terbaik. SPBE rumah besarnya merupakan Smart City (kota cerdas), yang dibangun dengan 6 pilar utama yakni Smart Government, Smart Economy, Smart Social, Smart Living, Smart Branding dan Smart Environment.

“Lebih sederhananya SPBE ini adalah efisiensi dalam meningkatkan pelayanan yang lebih cepat dan akurat, serta koordinasi antar OPD di Pamekasan. Saat ini dapat terlakasana tanpa jarak (lebih mudah). Misalnya, di Dinas Penanaman Modal untuk ijin memverifikasi harus PU dan sebagainya sudah dapat melalui Online dan tidak harus datang ke kantornya,” katanya, Rabu (8/1/2025).

Menurutnya, melalui 47 Indikator penilaian SPBE, Pada tahun 2024 Kabupaten Pamekasan menjadi yang terbaik se-Madura. Meskipun jika dilihat dari skala penilaian 0-5 Pamekasan berada di nilai 3,92. Target tahun depan mampu melampaui angka 4, dengan pembenahan di semua sektor.

“SPBE itu ada 47 Indikator penilaian, Kebetulan untuk tahun 2024 ini, indeks SPBE kita memang tertinggi di Madura,” ucap Taufikurrachman.

Sementara Imam Wahyudi Kabid Aptika Diskominfo Pamekasan menjelaskan, SPBE ini merupakan wujud nyata untuk masyarakat sebagai langkah untuk memudahkan dan mempercepat proses pelayanan bagi masyarakat.

“Yang bisa kita berikan sebuah wawasan, ini mempercepat bagaimana akselerasi dari pelayanan itu dampaknya kepada masyarakat. Sehingga tidak haruslah masyarakat dalam mengurus sesuatu kesana kemari, cukuplah sekarangkan digital,” jelasnya.

Yudis sapaan akrab Kabid Aptika ini mengatakan, Dari 47 Indikator penilaian tersebut ada 4 domain. Salah satunya ada di kebijakan, Manajemen, Tatakelola, ada di layanan SPBE.

“Evaluasi kita sebelum asesmen itu kita lakukan bersama Kementerian Dalam Negeri Kemenpan RB, memang ada banyak, dari 4 domain itu yang di breakdown adalah domain satu yakni di kebijakan SPBE,” paparnya.

Yudis berharap, skala nilai 3,92 bukan merupakan pencapaian namun bagaimana dengan angka tersebut dapat memicu untuk membangkitkan semangat agar kedepannya dapat lebih berkembang dan melaju terus, sehingga mampu malampaui target di tahun mendatang.