Pemkab Pamekasan Melalui Dinsos Salurkan BLT DBHCHT 2024, Sasaran Buruh Tani dan Pabrik Rokok

oleh -16 views
Foto: Dinas Sosial bersama Kejari, TNI, Polri dan Inspektorat saat melakukan pendampingan dalam sosialisasi di Kecamatan Kota Pamekasan, Senin (03/06/2024).

PAMEKASAN, Selasa (04/06) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Sosial (Dinsos) mulai melakukan tahapan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2024 di seluruh desa di tiga belas kecamatan.

Sebelum dilakukan penyaluran bantuan, Dinas Sosial bersama Kejari, TNI dan Polri serta Inspektorat sudah melakukan pendampingan dalam sosialisasi. Kali ini diselenggarakan di Kecamatan Kota Pamekasan, Senin (03/06/2024).

Kepala Dinsos Pamekasan Herman Hidayat Santoso, kegiatan ini perusahaan pabrik rokok legal memberikan informasi kepada buruh pabrik rokok untuk mendapatkan penyaluran BLT DBHCHT dan untuk buruh tani di setiap desa juga mendaftarkan.

“Tahun ini target sasaran penerima bantuan BLT DBHCHT sebanya 23.875 orang penerima manfaat. Ini sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam meringankan beban pengeluaran para buruh pabrik,” ucap Herman, Kadis Sosial.

Menurut Herman, bantuan ini untuk membantu mengentaskan kemiskinan memaparkan kriteria buruh petani tembakau yang layak menerima pemanfaatan BLT DBHCHT tentunya harus melalui beberapa prosedur.

“Jadi, untuk buruh petani tembakau harus melalui rekomendasi atau usulan yang diajukan oleh pemerintah Desa atau kelurahan agar benar-benar tepat sasaran,” kata Herman.

Sementara untuk buruh pabrik rokok yaitu pimpinan perusahaan harus menyetorkan nama-nama buruh yang tentunya perusahaan tersebut sudah terdaftar di Bea dan Cukai Madura.

Baca Juga: Babinsa Desa Talangoh Koramil 0826-03 Proppo Berikan Materi PBB dan Wawasan Kebangsaan di SDN 2 Proppo

“Penerima BLT DBHCHT buruh tani dan pabrik rokok tersebut sebesar Rp. 300.000 (Tiga ratus ribu rupiah) untuk satu bulan. Dengan tahapan penyaluran hanya berlangsung selama dua bulan. Jadi, total keseluruhan penerimaan BLT DBHCHT untuk buruh petani tembakau dan buruh pabrik rokok sebesar Rp. 600.000, setiap KPM,” paparnya.

Menurut Herman, tahapan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT DBHCHT) untuk buruh tani dan pabrik rokok legal disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

Sosialisasi ini diharapkan semua proses pelaksanaan ini berjalan Transparan dan publik dapat terlibat dalam memantau pelaksanaannya. Sehingga dalam sosialisasi mereka juga terlibat memberikan arahan dan informasi kepada semua pihak untuk memedomi seluruh peraturan yang ada.

Reporter : May
Editor : Amin
Publisher : Eka Putri

Tinggalkan Balasan