Pemkab Lumajang Berupaya Ikut Pasarkan Kopi Khas Lumajang

oleh -81 views
Bupati, Wabup dan sejumlah pejabat ngokop bareng 1000 gelas kopi.

LUMAJANG, Minggu (1/12/2019) suaraindonesia-news.com – Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Tak heran, Kopi ini banyak diminati oleh masyarakat sebagai kegiatan nongkrong dalam sehari – harinya.

Dalam acara yang bertajuk Ngombe Kopi (NGOKOP) Bareng Sewu Gelas, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., mengatakan akan terus berupaya untuk memaksimalkan produksi kopi dengan memasarkan kopi khas Lumajang dengan berbagai program, salah satunya seperti intervensi kemasan bubuk kopi.

“Saya dan Bunda Indah terus akan mencari pasar kopi yang sekiranya kopi Lumajang mendapatkan pasar yang benar, sehingga para petani kopi semakin produktif dan semakin meningkatkan kualitas produksinya,” kata Bupati saat membuka acara, di Lapangan Kecamatan Pasrujambe, Minggu (1/12).

Pria yang akrab disapa Cak Thoriq itu menilai, bahwa masyarakat Pasrujambe konsisten dalam memproduksi kopi, sehingga memunculkan varian kopi organik, seperti kopi jenis Robusta dan Exselsa.

Oleh karena itu, Pemkab Lumajang akan menjadikan kegiatan itu sebagai agenda tahunan di Kabupaten Lumajang.

“Tahun depan, saya berkeinginan acara ini akan kami ambil alih oleh Pemkab Lumajang,” katanya.

Cak Thoriq berharap, kegiatan tersebut tidak hanya sebagai ngopi bareng, namun juga harus memunculkan produksi – produksi kopi yang berkualitas.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., menambahkan, bahwa selain ngopi bareng, kegiatan itu juga mengandung arti menjalin kerukunan antara warga masyarakat.

“Jadi ini tidak hanya sekedar ngopi bareng tetapi juga saling menjaga kerukunan antara satu sama lain,” jelasnya.

Camat Pasrujambe, Dian Nurwisudah Kurniawan Jadi Pamujo, S.Psi., mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk melestarikan kopi khas Pasrujambe agar dapat lebih dikenali, baik di dalam maupun luar Kabupaten Lumajang.

“Lumajang punya ikon sendiri untuk kopi organik, Pasru ini terluas. Kurang lebih 170 hektar data terakhir dari Dinas Pertanian, jadi kita unggul untuk kopi organik,” ujarnya.

Sejumlah 18 stand yang terdiri dari para kelompok tani, PKK serta berbagai komunitas lainnya, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Beragam kopi jenis Robusta, Exselsa /kopi nangka serta berbagai produk – produk UMKM khas daerah Pasrujambe telah dihidangkan dimasing masing stand tersebut.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *