Pemkab Jember Wajibkan Penggunaan Elsimil Sebelum Menikah

oleh -477 views
Foto: Kepala DPPPAKB Jember Suprihandoko, mendampingi Wakil Bupati Jember KH. MB. Firjaun Barlaman saat sesi wawancara usai Rakor Akbar bersama TPPS Jember.

JEMBER, Jumat (09/12/2022) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB), mensyaratkan penggunaan Elsimil atau atau Elektronik Siap Nikah dan Hamil, bagi calon pengantin. Hal itu disampaikan oleh Kepala DPPPAKB Jember Suprihandoko, Kamis 08 Desember 2022 kemarin.

“Seluruh calon pengantin wajib menggunakan Elsimil sebelum menikah. Bagi perangkat desa dan kelurahan untuk tidak memberikan izin menikah apabila belum menggunakan Elsimil,” kata Suprihandoko, Jumat (09/12).

Ia menjelaskan, Elsimil merupakan aplikasi edukasi dengan sistem elektronik siap nikah dan siap hamil yang menjadi prioritas program BKKBN.

Aplikasi ini sebagai bentuk skrining awal dan edukasi tentang kesehatan reproduksi, perbaikan gizi bagi calon pengantin perempuan serta edukasi perilaku hidup sehat. Sasaran utama dari program ini adalah para remaja yang mau berumah tangga.

“Di dalam aplikasi Elsimil tersebut terdapat konten edukasi serta kuesioner seputar pencegahan stunting yang dapat dilihat tim pendamping keluarga atau TPK,” lanjutnya.

Tim pendamping keluarga sendiri terdiri dari unsur PKK, kader KB dan tenaga kesehatan, yang kemudian pendamping keluarga tersebut akan memberikan penyuluha atau pendekatan kepada calon pengantin yang berisiko, seperti ibu hamil, ibu pasca salin dan ibu dengan balita. Faktor risiko yang dipantau antara lain status gizi (berat badan dan tinggi badan), status kesehatan, risiko terpapar asap rokok atau tidak dan usia calon pengantin perempuan.

Suprihandoko menuturkan tahun 2022 ini angka stunting di Jember berada pada 6,14 persen, pencapaian yang luar biasa dilakukan oleh ribuan orang yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS Kabupaten Jember.

“Tahun 2021 berada pada 23,5 persen, turun menjadi 6,14 persen pada tahun ini 2022. Tentunya pencapaian ini harus terus ditingkatkan lagi sampai zero stunting, untuk itu kita harus gotong royong mewujudkannya,” pungkasnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : M Hendra E
Publisher : Nurul Anam

Tinggalkan Balasan