Pemkab Jember Dukung Pengusulan Kiai Achmad Shiddiq Menjadi Pahlawan Nasional - Suara Indonesia
Berita UtamaRegional

Pemkab Jember Dukung Pengusulan Kiai Achmad Shiddiq Menjadi Pahlawan Nasional

Avatar of admin
×

Pemkab Jember Dukung Pengusulan Kiai Achmad Shiddiq Menjadi Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20190510 203200
Suasana audiensi tim P3KIK LP3M Universitas Jember bersama Bupati Jember Faida di Pendopo. (Foto : Humas Pemkab Jember)

JEMBER, Jumat (10/5/2019) suaraindonesia-news.com – Pusat Pengembangan Pendidikan Karakter dan Ideologi Kebangsaan (P3KIK) Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember mengusulkan KH Achmad Shiddiq supaya mendapatkan gelar pahlawan nasional. Proses pengusulan tersebut kini sudah berjalan sejak tahun 2015 danpada 2018 tim telah mampu menyusun naskah akademik.

Tim pengusul pun menggelar pertemuan dengan Bupati Jember untuk menindaklanjuti niat ini.

“Pada 30 November 2018, kami secara resmi mengajukan melalui Bupati Jember nama Kiai Achmad Shiddiq untuk diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional. Nah hari ini ini luar biasa tanggapan Bupati Jember bersedia untuk mengawal proses ini,” terang Akhmad Taufiq, penanggung jawab tim pengusul usai beraudiensi dengan Bupati Jember, Jumat (10/5/2019).

Taufiq melanjutkan bahwa pada bulan Juni nanti Pemkab Jember akan memfasilitasi seminar mengenai KH Achmad Shiddiq.

Taufiq merincikan ada tiga tahap dalam proses pengajuan ini, pertama menyelenggarakan FGD (Focus Grup Discussion) pada 28 November 2018, lalu kedua mengusulkan secara formal resmi pada tanggal 30 November 2018 dan hari ini beraudiensi secara formal dengan Bupati.

“Perlu diketahui, Kiai Achmad Shiddiq merupakan tokoh yang sangat penting bagi Indonesia. Bahwa pada era 80-an mampu mengharmonisasi kembali hubungan Pancasila dan agama dan menegaskan bahwa Pancasila bukanlah agama, pancasila adalah ideologi bangsa dan mampu mengayomi negara kita,” paparnya.

Lebih jelas Taufiq Penafsiran Kiai Achmad itu antara lain disampaikan pada Munas Alim Ulama tahun 1983 dan Muktamar NU ke-27 tahun 1984 di Situbondo. Karena penafsiran itulah, Pancasila sebagai ideologi bangsa diterima oleh banyak kalangan terutama kalangan ulama dan kiai.

“Selanjutnya ini akan digodok dan dimatangkan di tim TP2GD (Tim Penelitian Pengkajian Gelar Daerah) yang nanti itu menjadi kewenangan Bupati, dan nanti hasil dari agenda FGD pada Juni 2019 akan dikirim ke Gubernur Jawa Timur dan dikirim ke Jakarta untuk kemudian diproses,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Jember Faida menyebut Kiai Achmad Shiddiq juga berjuang untuk asa tunggal Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia dan membuat NKRI tentram, aman damai sampai saat ini.

“Kiai Achmad Shiddiq berjuang bagaimana asas tunggal Pancasila bisa diterima, ini sejarah bangsa. Beliau membuat NKRI ini tentram, aman, damai sampai saat ini. Kami masyarakat Jember mengajukan pengusulan gelar kepahlawanan ini untuk beliau dan proses sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu dan kali ini kami akan tindak lanjuti bulan Juni nanti adalah bulan Pancasila dan dalam rangka peringatan bulan Pancasila tersebut salah satu kegiatannya kita akan mengawal pengusulan kepahlawan Kiai Ahmad Shiddiq dan ini bersama tim pengusul, akademisi UNEJ, keluarga beliau, para sejarawan dan juga Pemkab Jember akan menyiapkan satu seminar untuk mensosialisasikan kepahlawanan Kiai Ahmad Shiddiq,” terang Bupati Faida.

“Beliau adalah kiai besar, dari Jember bisa menyatukan umat dan asas tunggal menjadi pelopornya dan inilah perjuangan orang Jember, dari Jember untuk Indonesia,” lanjutnya.

Selain Kiai Achmad Shiddiq, Jember juga memiliki tokoh nasional seperti Letkol M Sroedji, dan dokter Soebandi. Nama Sroedji juga diusulkan mendapat gelar sebagai pahlawan nasional.

Para tokoh-tokoh tersebut, lanjut Faida, bisa menjadi sosok teladan bagi masyarakat Jember, dan Indonesia. “Karena saat ini kita krisis keteladanan. Dengan tokoh-tokoh tersebut, saya harapkan bisa menjadi sosok teladan bagi generasi bangsa kita,” pungkas Faida.

KH Achmad Shiddiq, lahir di Jember 24 Januari 1926 dan meninggal dunia 23 Januari 1991 (umur 64), merupakan tokoh kiai di Indonesia. Kiai Achmad dikenal sebagai tokoh NU. Pernah menjabat sebagai Rais AM PBNU. Kompleks pondok pesantren di Talangsari Jember merupakan saksi dan jejak Kiai Achmad. Bagi kalangan pesantren, dan warga Jember, Ponpes Talangsari merupakan kompleks Ponpes yang terkenal, karena terdapat sejumlah Ponpes di kawasan tersebut. Beberapa Ponpes itu beralamat di Jl KH Shiddiq, Talangsari.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Mariska