Pemkab Blora Rapat Koordinasi Pinjaman Daerah untuk Modal Pembangunan Infrastruktur

oleh -25 views
Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST, MM, menggelar Rapat Pinjaman untuk modal pembangunan infrastruktur dikarenakan tingginya kebutuhan anggaran penanganan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Selasa (23/3/2021).

BLORA, Selasa (23/03/2021) suaraindonesia-news.com – Bupati H. Arief Rohman, S.IP, M.Si dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST, MM, menggelar Rapat Koordinasi Pinjaman Daerah untuk modal pembangunan infrastruktur dikarenakan tingginya kebutuhan anggaran penanganan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Blora pada Selasa (23/3/2021).

“Ya rencananya hari ini kita laksanakan rapat awal untuk membahas rencana pinjaman modal guna percepatan pembangunan daerah mulai jalan dan jembatan, sesuai apa yang telah saya sampaikan pada saat pidato perdana pasca pelantikan 26 Februari lalu,” Ucap Mas Arief sapaan Bupati Airef Rohman.

Mas Arief menyampaikan bahwa untuk kegiatan rapat dipimpin oleh Wakil Bupati Tri Yulis Setyowati bersama Ketua DPRD, Sekda, dan serta beberapa OPD terkait. Karena dirinya ada kegiatatan dengan pihak Forum Komunikasi Daerah (Forkompimda).

Ia mengatakan bahwa penyuntik dana pinjaman rencananya Bank Jateng sebagai salah satu calon pemberi pinjaman modal.

Sementara Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat dengan Ketua DPRD, komisi DPRD yang membidangi, Sekda, Kepala BPPKAD, Bappeda, DPUPR, dan beberapa OPD terkait pinjaman Modal.

“Tadi sudah kita dengarkan paparan dari Bank Jateng yang disampaikan oleh Pak Pramono sebagai Kepala Divisi Korporasi. Paparan yang disampaikan akan kita pelajari bersama dan kita sampaikan ke Pak Bupati. Pada dasarnya langkah ini telah mendapatkan dukungan dari Ketua DPRD dan teman-teman dewan, sehingga nanti tahapannya seperti apa akan kita tempuh satu-satu agar pembangunan jalan di Kabupaten Blora bisa segera kita lakukan,” tutur Wakil Bupati.

Bersamaan, Sekda Komang Gede Irawadi, SE, M.Si, mengatakan bahwa sebelum mengambil pinjaman ini, pihaknya meminta Bappeda dan BPPKAD untuk mengkaji regulasi aturan hukumnya, mengkaji tahapan dan penggunaan anggarannya.

“Kita juga perlu mengurus perizinan ke Kementerian Dalam Negeri terlebih dahulu, karena pinjaman yang akan diambil nanti masuk kategori pinjaman jangka menengah,” ujar Sekda.

Kepala DPUPR Kabupaten Blora, Ir. Samgauatama Karnajaya, MT, dia beberkan kondisi kerusakan jalan mencapai sekitar 70 persen dan membutuhkan total anggaran sekitar 3 triliun juga ingin memperbaikinya.

“Opsi pinjaman ini kami dukung, namun tahapannya harus dilakukan dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan. Tentang berapa dana yang akan dipinjam Pemkab, nanti akan dibahas lebih lanjut. Semoga tahun 2022 sudah bisa dilakukan untuk peningkatan pembangunan jalan dan jembatan,” pungkas nya.

Reporter : Lukman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *