BLORA, Rabu (30/07) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Blora menerima penghargaan dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 setelah mencatat capaian nilai investasi tertinggi di Jawa Tengah untuk periode 2023–2024.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kepada Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, dalam acara yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (29/7/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh kepala daerah, pelaku usaha nasional, dan perwakilan dari sembilan negara sahabat.
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi mengumumkan 15 proyek prospektif yang ditawarkan kepada para investor, baik dalam maupun luar negeri. Salah satu proyek tersebut berasal dari Kabupaten Blora, yakni Pengembangan Waduk Greneng di Kecamatan Tunjungan, yang dinilai memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata dan sumber daya air.
“Masuknya Blora dalam daftar proyek prospektif menjadi semangat baru untuk terus mempromosikan potensi daerah, terutama sektor wisata yang dapat menarik investasi,” ujar Bupati Arief Rohman usai menerima penghargaan.
Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong peningkatan investasi di berbagai sektor, termasuk kemungkinan di sektor minyak dan gas (migas). Ia juga menyoroti pentingnya pelaporan kegiatan penanaman modal melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara berkala oleh para pelaku usaha.
“Masih ada sektor seperti industri kayu dan peternakan yang belum rutin melaporkan LKPM. Ini akan menjadi perhatian serius bagi kami ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Blora, Bondan Arsiyanti, menjelaskan bahwa penghargaan ini tidak lepas dari peningkatan signifikan nilai pelaporan investasi di Blora.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, dari target Rp 80 miliar, realisasi investasi mencapai Rp 205,63 miliar. Sedangkan pada tahun 2024, dari target Rp 620 miliar, realisasinya mencapai Rp 798,38 miliar.
“Capaian ini mencerminkan keseriusan kami dalam mendampingi para investor serta menciptakan iklim usaha yang kondusif di Blora,” jelas Bondan.
Ia juga menyebutkan bahwa sektor pengembangan gas bumi di Blora saat ini tengah dalam proses perizinan dan diharapkan dapat segera terealisasi dalam waktu dekat.
“Kami berharap tren positif ini terus berlanjut dan bisa melampaui target investasi Provinsi Jawa Tengah yang ditetapkan sebesar Rp 800 miliar untuk tahun 2025,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah menegaskan bahwa provinsinya merupakan daerah yang aman dan kondusif bagi dunia usaha.
“Jawa Tengah tidak ada konflik. Ini wilayah yang aman untuk berinvestasi. Mari kita bangun Jawa Tengah bersama-sama,” tegasnya kepada para investor.













