Pemkab Abdya Gelar Bintek Perencanaan Pengawasan Berbasis Resiko

oleh -25 views
Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH, membuka acara Bintek Perencanaan Pengawasan Berbasis Resiko (PPBR) 2021, di Aula Bappeda Abdya.

ABDYA, Selasa (20/4/2021) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) perencanaan pengawasan berbasis resiko (PPBR) tahun 2021, Kepada sejumlah SKPK dilingkungan setdakab Setempat.

Pantauan awak media, kegiatan PPBR tahun 2021 tersebut dibuka langsung Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH yang turut dihadiri Wakil Bupati Muslizar, MT, Kepala BPKP RI perwakilan Aceh, Indra Khaira Jaya, S.E, MM. Sekda Drs. Thamrin serta pejabat yang terkait lainnya. Acara berlangsung di Aula Bappeda. Selasa (20/4/2021).

Kepala Inspektorat Abdya Salman SH, dalam laporan panitia nya menyebutkan, Diklat Perencanaan Pengawasan Berbasis Resiko (PPBR) sebagai tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Abdya dengan BPKP Perwakilan Aceh, Nomor : 700/435/2021, Nomor : PRJ-0003/PWO1/1/2021, diikuti 60 orang peserta terdiri dari Inspektorat dan SKPK.

“Bimtek ini berjalan selama empat hari dimulai dari tanggal 20 April sampai dengan 23 April 2021.dan sangat perlu diikuti oleh SKPK karena diminta untuk mampu mengindentifikasi resiko untuk membuat rencana resiko,” sambungnya.

“Dilajutkan oleh inspektorat untuk menyusun program kerja pemeriksaan tahunan Program Kerja Pemeriksaan Tahunan mengidentifikasi resiko pada SKPK,” ujar Salman.

Sementara itu, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kita telah banyak membantu dalam hal itu, betul-betul dimanfaatkan dan harus ada perobahan.

“Walaupun banyak hal yang membuat kita terhambat dan bicara soal Aset diPertanian saja kita sudah beberapa tahun gak selesai-selesai, namun Aset dari pusat terus dikirim ke daerah dengan alatnya lengkap dan banyak yang tidak bisa kita pakai,” imbuh Akmal.

Selanjutnya kata Bupati, dibintek ini kesempatan latihan bagi para pejabat dan harus di ikuti sehingga nanti maksimum hasilnya juga untuk kebaikan kita.

“Allah sudah menganugerahkan Bapak sudah memilih pegawai negeri jadi pilihan pekerjaan hidup kerja itu adalah ibadah,” singkatnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala BPKP RI Perwakilan Aceh, Indra Khaira Jaya, S.E, MM mengatakan, yang namanya rumah besar pasti tidak terlepas dari banyaknya harta yang dimiliki, artinya akuntansi aset karakter terang saja didalam laporan keuangan kita itu hampir 80 persen, diantaranya berisi adalah aset jadi, kalau seandainya energi yang kita miliki atau upaya yang kita lakukan tidak berada diposisi 80 persen untuk menangani aspek yang memang secara kuantitas dan secara nilai juga ada diangka itu.

“Nah, tentu persoalannya akan tidak bisa selesai seperti, yang dikatakan oleh Pak Bupati tadi, kita mempunyai suatu lahan pertanian 80 persen dibandingkan 20 persen sektor yang lain ternyata energi yang kita terbalik bisa 20 persen untuk pengelola pertanian 80 persen untuk sektor yang lain tapi hasilnya tidak maksimal,” jelasnya.

Reporter : Nazli
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *