JEMBER, Selasa (23/4/2019) suaraindonesia-news.com – Proses rekapitulasi suara pada Pemilu 2019 di Indonesia membawa kabar duka tersendiri.
Kabar terbaru, Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis data terbaru petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada saat proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019 tercatat sebanyak 119 orang meninggal dunia.
“Datanya bertambah, 119 meninggal dunia, 667 orang sakit, tersebar di 25 provinsi,” ujar komisioner KPU Viryan Aziz di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).
Penyebabnya mayoritas dikarenakan kelelahan, lanjut Viryan, data tersebut berdasarkan update terbaru hari ini hingga pukul 16.30 WIB.
Oleh karena itu, sejak Senin (22/4/2019) malam, Bupati Jember melaui Dinas Kesehatan Jember menyiagakan tim medis di setiap Kantor Kecamatan di Jember.
“Kita akui dan lihat sendiri, begitu berat tugas penyelenggara pemilu kali ini, bukan hanya caleg yang stres, tapi juga petugas PPK di beberapa kantor Kecamatan mulai merasakan kelelahan, oleh karena itu Pemkab Jember mengirimkan petugas medis untuk mengawal dan mengecek kesehatan mereka, semua ini untuk kesuksesan Pemilu 2019,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, Selasa (23/4/2019).
Sementara itu, pantauan langsung wartawan di Kantor Kecamatan Balung, baik PPS, PPK, Panwascam dan saksi sedang sibuk menghitung dan mengawal suara, Selasa malam.

“Sejak kemarin malam hingga saat ini, terdata sudah 80 petugas telah diperiksa oleh tim medis kami di tingkat kecamatan,” ucap drg. Nurcahyohadi, Plt. Dirut. RSD. Balung.
Salah satu petugas Panwascam Balung, Muhammad Erfan mengatakan bahwa dirinya telah 7 hari terakhir tidak henti mengawasi proses rekapitulasi suara.
“Saya periksa kondisi badan saya tadi, karena sudah 7 hari terakhir, dari siang sampai malam, begadang juga tidur di sini untuk mengawasi proses ini,” kata Erfan, Selasa malam.
Dia pun diberikan vitamin oleh petugas tim medis untuk menjaga kondisi kesehatannya.
“Saya berterima kasih sudah ada tim medis yang disiagakan untuk menemani kami,” pungkasnya.
Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Dewi












