Pemilik Toko Tuntut Ganti Rugi Ke Dinas Pasar

Situasi saat pembonngkaran toko

Malang, Suara Indonesia-News.Com – Pengosongan terhadap pos satpam di pasar besar benar – benar terjadi, kepala dinas pasar Wahyu setianto telah memberikan waktu dua minggu supaya pemilik toko segera mengosongkan tempat jualannya.

Namun himbauan ini tidak mendapatkan respons dari pemilik toko. Pemilik toko bernama H. Ismail ini perpendapat jika pembongkaran toko miliknya ini dilakukan secara sepihak.

Menurut keterangan H. Ismail pemilik toko emas lisa makmur ini, seharusnya pemerintah kota malang sebelum melakukan pembongkaran pihaknya harus ada kesepakatan terlebih dahulu mengenai ganti rugi.

Tuntutan ganti rugi tersebut sangatlah wajar karena H. Ismail menempati tempat tersebut dengan legal, hal ini dibuktikan dengan adanya surat kepemilikan bedak. 

” Saya tempat ini hasil beli 125 juta, masak di bongkar begitu saja” akunya H. Ismail”

Sedangkan menurut Wahyu Setianto Kepala Dinas Pasar Kota Malang prosedur pembongkaran sudah sesuai  aturan. Pemirintah kota sudah mengirimkan surat perintah pengosongan dua minggu yang lalu, namun tidak diindahkan oleh yang bersangkutan (H. Ismail), sehingga dinas pasar yang bekerjasama dengan aparat keamanan melakukan pembongkaran paksa.

Sedangkan terkait dengan tuntan pemilik toko Wahyu setianto menjelaskan, jika mempersilahkan pemilik surat toko untuk menyelesaikannya  dengan pihak dimana dia membeli surat ter sebut. Saat di tanya keaslian surat tersebut mantan Kadishub ini mengatakan surat toko tersebut asli. Namun dinas pasar tidak akan memberikan kopensasi apapun kepada pemilik toko dalam hal ini H. Ismail

“Kita hanya menjalankan tugas dan menyelamatkan aset Pemkot yang seharusnya digunakan sebagai fasilias umum, sekarang jadi bedak”, katanya ketika diwawancarai saat pembongkaran bedak, Jumat (21/8).

Selain bedak milik H. Ismail yang dibongkar, fasum didepan pasar besar terdapat dua bedak yang satunya dimiliki oleh H. Soleh pedagang Emas “Toko Utama” juga dibongkar. Namun hingga saat ini yang dibongkar masih bedak milik H. Ismail saja.

“Kita akan bongkar kedua bedak tersebut, yang saat ini akan dikembalikan sesuai fungsi sebelumnya”, tandasnya.

Sementara itu dari pemilik bedak H. Ismail tidak terima atas pembongkaran tersebut, dirinya merasa telah didzolimi oleh pemkot, pasalnya belum ada kesepakatan atau win – win solusi sudah ada pembongkaran. “Sesuai dengan pernyataan saya, saya akan menuntut pemkot ke jalur hukum”, tandasnya. (Jk).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here