Pemerintah Papua Barat Dukung Penuh Program THREE ENDS, Ini Tujuannya

Asisten III Pemprov Papua Barat, Fransiskus Kosamah saat membuka acara,Temu Daerah Partisipasi Publik untuk kesejahteraan perempuan dan Anak (Puspa) Papua Barat di auditorium Mansinam Ballroom lantai 2 swiss-belHotel, jalan Yos Sudarso, Kelurahan Manokwari Barat, Distrik Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat, Jumat (29/9/17). (Foto: Zainal La Adala)

MANOKWARI, Minggu (01/10/2017) suaraindonesia-news.comUntuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan, dan anak Pemerintah Provinsi Papua Barat Mendukung penuh program yang dicanangkan Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yaitu THREE ENDS, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan perempuan, akhiri ketidakadilan ekonomi untuk perempuan.

Hal itu disampaikan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan melalui asisten III, Fransiskus Kosamah saat membuka acara, Temu Daerah Partisipasi Publik untuk kesejahteraan perempuan dan Anak (Puspa) Papua Barat di auditorium Mansinam Ballroom lantai 2 swiss-belHotel, jalan Yos Sudarso, Kelurahan Manokwari Barat, Distrik Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat, Jumat (29/9/17).

Acara tersebut melibatkan akedemisi, pelaku dunia usaha, pers yang diutus masing-masing kabupaten/kota se-provinsi Papua Barat.

Baca Juga: IPM Brebes Duduki Peringkat Terakhir Dari 35 kab/kota se – Jawa tengah

Dalam sambutan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang dibacakan Asisten III Gubernur, Fransiskus Kosamah, Kekerasan yang dialami perempuan  dan anak di Provinsi Papua Barat dengan fokus pada tiga program unggulan yang dicanangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yaitu THREE ENDS, akhiri  kekerasan pada perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, akhiri ketidakadilan ekonomi untuk perempuan, berharap mampu mengurangi dan menurunkan angka kekerasan pada perempuan dan anak di Provinsi Papua Barat.

“Pemerintah Provinsi Papua Barat sangat mendukung dan siap melaksanakan program apa pun yang dihasilkan dari berbagai aksi kegiatan, termasuk gelar Puspa Papua Barat 2017 sebagai upaya meminimalisasi kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Tak lupa atas nama pemerintah provinsi Papua Barat menyampaikan terima kasih kepada pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang telah peduli  dan menunjuk Papua Barat sebagai salah satu Provinsi tempat pelaksanaan kegiatan tersebut,” tutupnya.(Zainal La Adala)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here