KOTA BOGOR, Sabtu (07/02) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima kunjungan perwakilan pemerintah daerah dari kawasan Pekalongan Raya yang meliputi Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempelajari pengelolaan sampah berbasis Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Rombongan pemerintah daerah tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, di Balai Kota Bogor. Masing-masing daerah diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Dalam pertemuan tersebut, para Kepala DLH menyampaikan bahwa kunjungan ke Kota Bogor merupakan bagian dari studi tiru terkait pengelolaan sampah berbasis teknologi PSEL. Mereka menyebutkan bahwa pimpinan daerah di wilayah Pekalongan Raya memiliki komitmen untuk menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan, sehingga perlu belajar dari pengalaman Pemkot Bogor.
Menanggapi hal itu, Denny Mulyadi menjelaskan bahwa pembangunan PSEL di Kota Bogor direncanakan akan dilaksanakan di dua lokasi pengelolaan sampah. Ia menyampaikan bahwa saat ini telah terdapat nota kesepahaman (MoU) antara empat pemerintah daerah terkait pengelolaan sampah tersebut, yang juga mendapatkan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau dari segi pimpinan sudah jelas, yang belum sepenuhnya adalah teknis-teknis pelaksanaan. Sinergitas dengan pemerintah daerah yang ikut dalam MoU, khususnya dari sisi administrasi, sudah kondusif. Harapan Bapak Wali Kota agar PSEL dapat segera dibangun sehingga bisa dimanfaatkan secepatnya oleh masyarakat,” ujar Denny Mulyadi di Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor.
Ia menambahkan, masih terdapat sejumlah daerah di Jawa Barat yang belum memiliki lahan pengelolaan sampah. Oleh karena itu, untuk mendukung kelancaran operasional, perlu dilakukan pengecekan terhadap jumlah armada pengangkut sampah agar sesuai dengan kebutuhan, sekaligus memastikan kondisi kendaraan tetap layak operasional.
Selain itu, dalam pelaksanaan monitoring, petugas kebersihan dan pengemudi angkutan sampah diarahkan untuk menggunakan sistem berbasis digital yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sampah.












