Pemda Bangkalan Upayakan Warganya Melek Aksara Dan Mampu Mengenyam Pendidikan Sederajat

Reporter: Anam

Bangkalan, selasa (28/02/2017) suaraindonesia-news.com – Banyak hal yang diupayakan Pemerintah Bangkalan Jawa Timur dalam memajukan taraf pendidikan masyarakatnya agar tetap bisa bersaing dengan masyarakat lain. Diantaranya dengan merealisasikan program Kejar Paket dan Keaksaraan Fungsional (KF) secara maksimal.

Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan melalui Jufri Kora, SH. MM Kapala Bidang PAUD dan PNF mengemukakan saat ini pihakknya sedang fokus mempersiapkan pelaksanaan program ujian kejar paket.

“Bidang kami sedang fokus persiapan ujian paket A, B, dan C yang sederajad SD hingga SMA. Mungkin pelaksanaannya 15 April nanti, cuman hingga saat ini belum ada surat,” tutur Jufri saat ditemui diruang kerjanya senin (27/02) siang.

Tujuan diadakannya program tersebut menurut Jufri yakni dalam rangka menampung masyarakat yang mengalami Drop Out (DO) agar tetap mampu mengenyam pendidikan.

Selain menyampaikan program kejar paket, Jupri juga menuturkan mengenai target kewajiban bidangnya dalam mengurangi permasalah buta aksara yang dialami masyarakat melalui program Keaksaraan Fungsional (KF) yang saat ini juga sedang diupayakannya.

“Target sekarang (tahun 2017 ini) saya ingin menggenjot Kecamatan Blega dan Galis yang masih tinggi. paling tidak ada 750 warga blajar. yang pesertanya direkrut langsung oleh PKBM (Pusat Kegiatan Blajar Masyarakat), untuk Kec. Blega itu kami target dari 350 hingga 400 peserta blajar begitupun untuk kecamatan Galis,” ungkapnya

Berkaitan dengan hal tersebut dirinya juga menerangkan mengenai mekanisme dari asal terbentuknya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hingga pada jumlah peserta dari warga belajar (peserta didik dari program KF).

“PKBM itu terbentuk dari masyarakat. Itu biasanya ada dimasing-masing desa, biasanya dalam pelaksanaan pembelajaran ada dirumah ketuanya yang mana setiap klompok pesertanya berjumlah 10 warga blajar,” tuturnya terperinci.

Masih menurut Jufri yang juga merupakan mantan Ka UPTD Kecamatan Kwanyar bahwa program KF secara umum hanya dalam rangka agar masyarakat bisa melek aksara dari yang awalnya masih buta aksara.

“Setiap 6 bulan itu nanti peserta baru. Itu bukan untuk lulus hanya untuk melek aksara dari awalnya buta aksara sampai bisa, dan yang menguji kelompoknya sendiri cuman kita tetap melakukan pemantauan,” paparnya.

Juga mengenai pendanaan program KF tersebut Jufri mengatakan bersumber dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

“Itu sumber anggarannya dari APBN Mas. kita saat ini dalam proses pengajuan untuk pelaksanaan di 2017. Untuk jadwal pelaksaanya masih relativ bahkan anggarannyapun yang Akan turun pada tahun ini untuk tiap kelompoknya kami masih belum paham mas,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here