Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pamsimas Dengan Anggaran Rp. 7 Miliar

oleh -20 views
Wabup saat kegiatan di Desa Mlawang.

LUMAJANG, Senin (13/7/2020) suaraindonesia-news.com – Sebagai upaya pemenuhan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Lumajang, utamanya bagian utara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang akan membangun sarana air minum dan sanitasi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), senilai Rp. 7 miliar lebih, dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020 ini.

“Di tahun 2020 ini, kami akan membangun tiga titik Pamsimas di wilayah Kecamatan Klakah, yaitu Desa Mlawang, Desa Sumberwringin dan Desa Tegalrandu,” ungkap Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Indah Amperawati atau yang biasa disapa Bunda Indah dalam kegiatan peninjauan saluran air di area pemukiman warga Desa Mlawang Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, siang tadi.

Bunda Indah juga mengungkapkan, bahwa beberapa waktu yang lalu, pihaknya mendapat laporan terkait penyediaan air bersih di Kecamatan Klakah, khususnya Desa Mlawang ini.

Dan menurutnya, salah satu yang menjadi perhatian khusus pemerintah daerah adalah terkait persediaan air bersih pada beberapa wilayah utara Kabupaten Lumajang, seperti Kecamatan Ranuyoso.

“Bupati dan saya tentu masih berkomitmen untuk menyelesaikan terkait permasalahan air di wilayah utara. Harapannya, Pamsimas ini bisa selesai dan air bersih bisa dinikmati oleh masyarakat, yang nantinya harus dikelola dengan baik dan profesional oleh BumDes. Dan, untuk PDAM juga harus memperbaiki kinerjanya,” papar politisi Partai Gerindra ini.

Sedangkan menurut Kabid Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang, Aris Pidekso kepada media ini mengatakan kalau pekerjaan Pamsimas sudah dilaksanakan mulai sekarang.

Terkait besaran anggaran, itu dari APBD dan APBN, terdiri dari Program Pamsimas dari anggaran APBD dilaksanakan di 6 desa, yaitu Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah, Desa Meninjo, Desa Wonoayu, Desa Wates Kulon, Wates Wetan, Desa Panawungan semuanya di Kecamatan Ranuyoso, senilai Rp. 3,55 miliar untuk 1.252 Saluran Rumah (SR).

Dan untuk Program Pamsimas dari anggaran APBN, kata Aris, dilaksanakan di 8 desa, yaitu Desa Argosari Kecamatan Senduro, Desa Banyuputih Lor Kecamatan Randuagung, Desa Mlawang Kecamatan Klakah, Desa Sumberwringin Kecamatan Klakah, Desa Candipuro Kecamatan Candipuro, Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Desa Jambearum Kecamatan Pasrujambe dan Desa/Kecamatan Pasrujambe, senilai Rp. 1,96 miliar untuk 1.575 SR.

“Selain itu, ada program Hibah Khusus Pamsimas (HKP) untuk dua desa, yaitu Desa Kedawung Kecamatan Padang dan Desa Bandaran Kecamatan Kedungjajang, senilai Rp. 450 juta untuk 155 SR,” bebernya.

Ada juga program Hibah Intensif Desa (HID) yang berasal APBN, yaitu Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo, Desa Bedayutalang Kecamatan Senduro, Desa Pakel Kecamatan Gucialit, Desa Jeruk Kecamatan Gucialit dan Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo, senilai Rp. 1,111,809 miliar untuk 338 SR.

Kabid Cipta Karya DPKP Kabupaten Lumajang ini menjelaskan lagi, jika semua program kegiatan tersebut adalah kegiatan pemberdayaaan. Bukan kontraktual.

“Yang mengerjakan adalah masyarakat. Ada tenaga pendamping yang digaji oleh pemerintah pusat. Yaitu Tim fasilitator Pamsimas. Jadi yang mengerjakan masyarakat bukan kontraktor,” pungkasnya.(Adv).

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *