Pembebasan Lahan Untuk Play Over Masih Nego

Plt Kepala Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Kota Bogor Ir. Hj. Erna Hernawati, MM. MBA

Reporter: Yuni

Bogor, suaraindonesia-news. com – Rencana pembangunan play over yang direncanakan pemerintahan Kota Bogor yang terletak di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menuai kendala terkait pembebasan lahannya.  

Oleh karena itu Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air  Kota Bogor mengadakan pertemuan ke tiga kalinya dengan warga Kelurahan Cibogor dan Pabaton yang terkena dampak pelebaran untuk proyek Flayover tersebut, Sabtu (18/06/2016). Pertemuan tersebut membahas kesepakan harga terkait pembebasan lahan. Sementara yang terkana dampak sekitar dua puluh tiga warga.      

Plt Kepala Dinas Binamarga  dan Sumber Daya Air Kota Bogor Ir. Hj. Erna Hernawati, MM. MBA saat dijumpai suaraindonesia-news.com, diruangannya  mengatakan, ada tiga lahan milik pemerintah Jawa Barat yang tidak bisa dibebaskan.

“Aset pemerintah yang tidak bisa dibebaskan tersebut antara lain kantor Polsek Bogor Tengah, gedung sekolah SDN Dewi Sartika dan Kantor Kelurahan Pabaton Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor,” jelasnya.

Menurut Erna, Pembebasan lahan tersebut sudah  sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Dengan anggaran 4 Milliar yang akan dikucurkan oleh Kementrian PU Pusat melalui tim apresial.  

Erna juga mengatakan, harga yang di berikan kepada warga berpareatif. Ada lima kelompok dengan harga yang berbeda, mulai harga terendah 5,5 juta per M hingga tertinggi 7,5 juta per M.

Ditambahkan Erna, untuk harga sendiri belum ada titik temunya antara warga dengan tim apresial, dengan demikian, jika hal ini belum juga beres terpaksa harus menunggu pembayaran pada perubahan anggaran 2017.

“Dengan anggaran 4 M mudah mudahan secepatnya pelaksanaan proyek Play Over ini segera selesai,” imbuhnya.

Terpisah, salah satu warga Kelurahan Cibogor untuk kelompok 4 H guntran mengatakan, mereka warga setempat siap mendukung program pemerintah untuk pengerjaan Flayover, asal sesuai dengan kesepakan kedua belah pihak terkait harga.

“Kami setuju asal sesuai harganya,jangan sampai merugikan warga,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here