Pembangunan Pasar Besar Kota Batu Terkendala Dana, Asmadi Lobi DPR RI

oleh -13 views
Asmadi ketua DPRD Kota Batu.

KOTA BATU, Selasa (15/10/2019) suaraindonesia-news.com – Revitalisasi pembangunan Pasar Besar Kota Batu hingga kini masih belum ada titik terang dan dipastikan tidak bisa dilaksanakan tahun 2019 ini. Pemerintah pusat yang diharapkan untuk membantu membangun Pasar Besar kota Batu belum kunjung mengalokasikan dana untuk pembangunan Pasar yang terkesan kumuh itu.

Walikota Batu Dewanti Rumpoko sendiri pernah menyampaikan uneg-unegnya dihadapan Menteri Perdangan Enggartiasto Lukita dalam rapat koordinasi nasional barang kebutuhan pokok menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Hotel kartika Wijaya Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (4/10/2019) lalu.

Saat itu Dewanti Rumpoko menyampaikan jika Pasar Besar Batu yang kumuh perlu segera dibangun dan perlu suntikan dana dari pemerintah Pusat, Sementara Pemerintah daerah, kata Dewanti hanya mampu menyiapkan dana Rp 80 Milyard, artinya kurang dari separuh.

Namun menteri perdangan saat itu tak menjawab pertanyaan atau keluhan Dewanti. Ia lebih memilih menyampaikan agar pemerintah daerah konsen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok.

Karena tidak ada jawaban dari Menteri perdagangan. Lembaga legeslatif langsung turun tangan. Asmadi ketua DPRD kota Batu tengah berusaha melakukan komunikasi kembali yang lebih inten dengan pihak pemerintah pusat dalam hal ini DPR RI dan juga pemerintah Propinsi. Dengan harapan agar revitalisasi pembangunan Pasar tahun 2020 bisa terwujud.

“Ya berkenaan dengan pembangunan Pasar besar Kota Batu, kalau memang itu tujuannya baik untuk kepentingan warga, Dewan Kota Batu akan membantu, kita punya teman-teman anggota DPR RI, DPR D Propinsi, itu akan kami libatkan untuk membantu kelancaran pembangunan pasar,” Janji Asmadi, Selasa (15/10/2029).

Menurutnya, Pasar Besar Batu itu sekarang kelihatannya kumuh, wisatawan yang datang dari luar daerah itu enggan berkunjung ke Pasar, gara-gara kumuh. Dan harus segera dibangun. Hanya yang tampak mobil lalu lalang di depan pasar, mereka engganpada datang ke Pasar.

“Kalau hanya lalu lalang yang rugi juga masyarakat Batu sendiri. Kami ingin pasar Batu itu bukan hanya representatif berupa bangunan saja. Tapi harus bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak. Warganya semakin sejastera,” pungkas Asmadi.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Marisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *