Pelayanan KM Amukti Palapa Tidak Beres, Warga Sapeken Desak Pemkab Putus Kontrak

KM Amukti Palapa, Dok. Suara Indonesia

Sumenep, Suara Indonesia-News.Com – Sering hilangnya barang muatan milik beberapa pengusaha asal Pulau Sapeken, saat di KM Amukti Palapa, di lintasan Banyuwangi, Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur, membuat geram Beberpa penumpang dan pengusaha asal pulau setempat.

Salah satu pengusaha asal sapeken mendesak pemerintah untuk melakukan pemutusan kontrak terhadap kapal perintis KM Amukti Palapa yang melayani rute kepulauan di Sumenep hususnya rute Banyuwangi-Sapeken.

“Lebih baik putus kontrak saja dengan KM Amukti Palapa, dari pada selalu merugikan penumpang terutama pengusaha yang sering belanja barang di Banyuwangi” tegas Sumber yang tidak bersedia namanya di cantumkan, Selasa (12/5/2015).

Ia menilai keberadaan KM Amukti Palapa karena selalu merugikan penumpang dengan sering hilangnya barang penumpang terutama milik pengusaha/pemilik toko.

“Saya sudah berkali-kali mas kehilangan barang muatan saya, dan tidak hanya saya teryata juga banyak dikeluhkan oleh penumpang lain terutama teman-teman pemilik toko” ujarnya.

Ia juga menambahkan, bahwa pernah terjadi pada dirinya kehilangan barang berupa 8 Air Galon, setelah dicari disekitar kapal ternyata malah ada dikamar Anak Buwah Kapal (ABK) dengan alasan mau ikut beli cuma belum sempat memberi tahu, jelas sumber.

“Maaf pak, saya mau ikut beli cuma belum sempat ngasik tau,”tiru sumber menirukan alasan ABK yang ketahuan Nyimpan Air galon Sumber dikamarnya.

Dengan kondisi ini, jangan sampai membuat hilangnya kesabaran masyarakat kepulauan. Imbuhnya.

Sementara, Ahmad Suraini tokoh masyarakat pulau sapeken, berharap hal seperti ini jangan sampai terulang kembali. Harapnya.

“Kalau ini tidak segera diatasi tidak menuntut kemungkinan warga akan marah dan mengambil tindakan sendiri kalau perlu akan segera kita somasi,”tegas Suraini.

Sementara Sahnawi Nahkoda KM Amukti Palapa saat dikonfirmasi melalui Hand Phone (HP) genggamnya menjelaskan, kalau memang ada keluhan dari masyarakat atau penumpang, agar menyampaikan keluhannya secara tertulis.

“Kami minta agar mengirimkan keluhan tertulis, kurang layak dari sisi apa pelayanan kami sehingga kami juga bisa ngajukan juga ke pihak perusahaan,” kata Sahnawi. (Zaini).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here