Pelaksanaan Proyek Irigasi Bermasalah

oleh -44 Dilihat

Sampang, Suara Indonesia-News.Com–Takut terkena imbasnya, karena penggarapan proyek irigasi bermasalah, Suyono, Kabid Teknik dinas pertanian selaku Pejabat Pembuat Kebijakan (PPK), terjun ke lokasi untuk melakukan pengecekan pembangunan proyek irigasi di Desa Taman Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang.

Pantauan di lapangan, beberapa meter pengerjaan proyek irigasi tersebut memang dilakukan pembongkaran. Namun hal itu sudah sesuai permintaan Kepala Desa (Kades) setempat. Pasalnya, struktur tanah pembangunan irigasi yang dibangun tepat berdiri di tengah persawaahan tersebut tanahnya tidak rata, sehingga bila saat musim penghujan tiba, justru membuat endapan air yang tidak bisa mengalir ke dataran rendah.

“Pengerjaan yang dibongkar sebenarnya hanya beberapa meter, itupun berdasarkan pengalaman warga jika saat musim pengujan tiba airnya tidak akan bisa keluar. Artinya irigasi yang dibangun justru akan membuat air mengendon karena tepat dimuara pembuangan air justru malah ditinggikan,” tutur Suyono Kepala Bidang Bagian Tehnik Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Sampang, kemarin.

Suyono juga menambahkan, jika permintaan Kepala Desa setempat untuk membongkar pengerjaan tidak dilakukan, pihaknya selaku PPK tidak akan menandatangani pencairan terminnya.

“Kalau pemborongnya macam-macam dengan pengerjaan proyek irigasi ini maka saya tidak akan mencairkan terminnya,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Wawan Kurniawan selaku konsultan pengawas proyek tersebut juga membenarkan jika pembongkaran itu dilakukan. Namun, bahan dan batu sisa bongkaran tidak digunakan kembali.

“Meskipun dibongkar pihak pemborong akan mengunakan batu yang baru dan bukan batu yang lama yang dipakai,” tegasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, pembanggunan irigasi tersebut bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 173 juta dengan alokasi pengerjaan irigasi sepanjang 475 meter. (yudi)

Tinggalkan Balasan