Pelajar Kelas I SMP Sapeken, Diduga Jadi Korban Pemuas Hasrat Seorang Kakek

oleh
AL, Tersangka pencabulan pada anak dibawa umur.

SUMENEP, Minggu (18/1/2020) suaraindonesia-news.com – AL (60) warga asal Dusun Tembing, Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, diduga telah melakukan pencabulan dan persetubuhan anak dibawah umur pada bulan November 2019, sekira pukul 13.00 Wib.

Tersangka AL (60) diduga melakukan pencabulan di semak-semak tanah tegalan milik tersangka terhadap YU (17) yang berstatus masih pelajar kelas I SMP Abu Hurairah Dusun Tembing, Desa Sepanjang, Kec. Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menyampaikan, melihat kondisi dan perbedaan perilaku si anak menjadi tanda tanya dalam pemikiran orang tua tentunya.

“Awal bulan Januari 2020 Pelapor yang bernama Mat Hari (44) diberitahu oleh istrinya Sutiya yang curiga terhadap perubahan fisik dan tingkah laku anaknya yang bernama YU, yang agak kurusan, sering berdiam diri (murung) dan sudah tidak datang bulan, pelapor mengira YU sedang sakit,” Kata Widi.

Lanjut Widi, pada hari Selasa (8/1/2020) sekitar pukul 13.00 Wib sewaktu Pelapor bersama istrinya Sutiya berada di rumah didatangi oleh Bu Mukma bidan Desa yang ada di Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, menyampaikan bahwa anak Pelapor bernama YU saat ini dalam keadaan hamil berdasarkan tes urine yang dilakukan oleh Bu Mukma, akan tetapi Pelapor maupun Sutiya (istri Pelapor) tidak percaya tentang kejadian tersebut.

“Pada hari Minggu (12/1/2020) sekira pukul 16.00 Wib, Sutiya (istri Pelapor) membawa YU kepada Bu Endang yang juga berprofesi sebagai Bidan untuk dilakukan pemeriksaan terhadap YU dan ternyata hasil pemeriksaan dari Bu Endang sama dengan penjelasan dari Bu Mukma yang menjelaskan YU sudah hamil dengan usia kandungan sekitar 2 (dua) bulan lebih, sehingga pelapor dan istrinya kaget seakan tidak percaya,” jelanya.

Pelapor menanyakan langsung kepada YU anaknya dan menjelaskan bahwa YU disetubuhi oleh tersangka AL yang terjadi pada hari dan tanggal lupa sekitar bulan November 2019 sekira pukul 13.00 Wib di semak-semak tanah tegalan milik tersangka.

“Setelah Pelapor mengetahui kejadian tersebut, Pelapor melaporkan kepada Kepala Desa Sepanjang, pada Kamis (16/1/2020) sekira pukul 09.00 Wib. Pelapor bersama pihak AL di Balai Desa Sepanjang, yang dihadiri oleh Kepala Desa dan perangkat Desa, pada saat itu, AL mengakui bahwa benar telah melakukan persetubuhan terhadap YU,” ungkapnya.

Selanjutnya Pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sapeken, atas kejadian tersebut korban YU dalam keadaan hamil diluar nikah setelah disetubuhi oleh terlapor AL.

“Sementara, petugas mengamankan baju korban saat dipakai waktu kejadian, sebuah kerudung warna hitam polos, sebuah kaos lengan panjang warna abu–abu kombinasi garis–garis warna hitam dan terdapat kancing pada bagian tengah warna hitam serta dibagian depan tertulis “MOCHINO”, celana training panjang berbahan katun warna abu–abu kombinasi biru, sebuah rok panjang warna merah motif bola warna hijau, celana dalam warna putih motif gambar kulit macan tutul,” tuturnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak, sebagaimana dimaksud dalam pasal 81, 82 UU RI no. 17 tahun 2017 atas perubahan UU RI no. 35 th 2014, tentang perlindungan anak.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *