Pekan Depan, Polres Sumenep Akan Panggil Terduga Pemerkosa Anak Dibawah Umur

oleh -139 Dilihat
Foto: Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S saat ditemui awak media di kantornya. (Sya/SI)

SUMENEP, Rabu (11/05/2022) suaraindonesia-news.com – Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan segera panggil terduga pelaku pemerkosa bocah 11 tahun di Kecamatan Gapura.

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S mengatakan, pemanggilan terduga pelaku dijadwalkan pekan depan.

“Laporan itu sudah kami tindak lanjuti, pekan depan terlapor akan kami panggil,” kata Widi saat dikonfirmasi sejumlah media. Rabu, 11 Mei 2022.

Menurut mantan Kapolsek Sumenep Kota itu, pemanggilan terhadap terduga pelaku menindaklanjuti Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) Nomor : TBL/B/93/IV/2022/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 26 April 2022 lalu.

“Laporan tersebut telah bergulir ke Mapolres sejak bulan kemarin. Jadi kasus on proses,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya seorang anak berinisial S (11), warga Desa Panagan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, diduga menjadi korban pemerkosaan.

Sebab, saat awal bulan ramadan tiba tepatnya pada Senin, 4 April 2022 lalu, ia telah dirudapaksa oleh seorang pria beristri sewaktu masyarakat di lingkungan desa itu sedang melaksanakan salat tarawih.

Peristiwa nahas tersebut bermula sewaktu korban S dipanggil ke rumah tetangganya diminta untuk menjaga anaknya. Sewaktu si tetangga itu berangkat salat tarawih, korban S hanya tinggal berdua dengan anak yang dijaganya.

Situasi sepi itu ternyata dimanfaatkan oleh terduga pelaku inisial B, yang secara tiba-tiba datang menghampiri korban dan langsung membujuknya untuk melakukan hubungan tidak senonoh.

Korban S yang merasa ketakutan dan bingung sontak membuatnya pasrah lantaran dirinya juga diancam akan dibunuh jika tidak mau menuruti hawa nafsu bejatnya.

Menurut Nurfaidi (36) selaku pendamping korban, kejadian itu terungkap lantaran orang tuanya curiga mendapati korban S sering murung dan menangis tanpa sebab.

Akhirnya, pihak keluarga mulai membujuk korban S untuk bercerita penyebab dirinya sering menangis tanpa sebab.

“Ya, akhirnya mengaku bahwa dia telah disalahi oleh tetangganya itu. Dia baru mengaku tiga hari yang lalu,” ujar Nurfaidi saat mendampingi keluarga korban membuat laporan polisi di Mapolres Sumenep. Senin, 25 April 2022.

Reporter : Sya
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul

Tinggalkan Balasan