Pegiat Tradisi Leluhur Apresiasi Langkah Disdik Sumenep Persiapkan Ekstra Kurikuler Macapat

oleh -25 views
Salah satu grup Macapat Sumenep saat membacakan tembang.

SUMENEP, Selasa (24/11/2020) suaraindonesia-news.com — Pegiat tradisi leluhur apresiasi langkah Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Madura, Jawa Timur dalam menggelar acara Macapat.

Salahsatunya yang disampaikan pegiat Macapat Sinar Nyomo, Abdur Rahman. Menurutnya, kesenian Macapat pada jamannya sangat dikagumi oleh kalangan anak muda. Menurutnya, Macapat merupakan kesenian pertama yang dikenal kalangan masyarakat Sumenep kala itu.

“Jadi kesenian ini harus dilestarikan mulai dari SD, SMP dan SMA, agar Macapat sebagai warisan leluhur tidak punah begitu saja,” tuturnya saat ditemui di Gedung Ki Hajar Dewantara, Kolor Sumenep, Selasa (24/11).

Peria yang beralamat di Desa Kalianget Timur, Sumenep ini mengaku, sudah 60 tahun melintang di kesenian tersebut.

“Untuk bisa fasih membaca saja butuh waktu berbulan-bulan. Saya dulu sejak SD kelas IV sudah belajar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, menurutnya, langkah Disdik dinilai sangat tempat mengadakan acara yang dinilai hampir tak diminati sama sekali oleh kawula muda ini.

“Dengan diadakan ekstra di sekolah tentu kedepannya akan bisa lestari lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Macapat Disdik Sumenep, Mohammad Saidi menjelaskan, kesenian macapat mempunyai keunikan tersendiri mulai dari cara membaca hingga cara menulisnya. Sehingga kata dia, apabila tidak dikenalkan kepada generasi bangsa maka dikhawatirkan akan punah begitu saja.

“Dari itu kami khawatir jika ini tidak segera diajarakan kepada generasi bangsa,” ujarnya.

Lanjut Saidi, tujuan mengundang sekolah diharapkan nanti bisa muncul kegiatan ekstrakurikuler untuk melestarikan macapat di Sumenep sehingga bisa mengetuk minat peserta didik pada kesenian macapat.

“Jika tidak dikenalkan kepada anak didik, saya khawatir kesenian warisan leluhur ini akan punah dengan sendirinya,” katanya.

Untuk diketahui, dalam Macapat terdapat sekitar sebelas tembang yang biasa dibacakan setiap ada pagelaran, yakni Senom, Kasmaran, Artake, tembang Nur Buat, Durma, Pangkor, Salanget, Mejhil, Pucung, Lambang Sari dan Kumambang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *