Reporter: Anam
Bangkalan, Senin (12/6/2017) suaraindonesia-news.com – Menyikapi perkembangan penyajian informasi Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko) Jawa Timur, menggelar diskusi interaktiv dengan mengusung tema “Reaktualisasi Sikap Jurnalis Dalam Dunia Politik”.
Agenda diskusi yang diselenggarakan di gedung Aula DPRD Bangkalan tersebut dihadiri puluhan peserta dari perwakilan anggota pengurus cabang HMI se-Jawa Timur dan Forum Mahasiswa Bangkalan (Formaba).
Panitia mendatangkan beberapa pemateri diantaranya, Jimhur Saroz ketua PWI Bangkalan dan Dwi Eko Lokononto penanggung jawab di PT. Berita Jatim Cyber Media (berita online beritajatim.com), Imron Rosyadi Ketua DPRD Bangkalan penyaji stadium general.
Taufik Nur Hidayat Wasekum Bidang Pengembangan Profesi Badko Jawa Timur mengatakan diskusi interaktif tersebut merupakan salah satu program kerja dibidangnya dengan tujuan untuk menumbuh kembangkan potensi kader HMI Jatim dalam membuat karya ilmiah.
“Semoga seluruh kader HMI se-Jatim dengan agenda diskusi yang dihadiri dua simpul jurnalis ini membuat budaya menulis dilingkungan kader HMI makin tumbuh lagi.” Paparnya, Minggu (11/6) malam.
Dihadapan para peserta Dwi Eko Lokononto yang juga akrab dengan panggilan mas Luki memaparkan mengenai sekelumit dunia jurnalis juga menyarankan agar setiap peserta punya inisiasi untuk menjadi sosok pemimpin tangguh dan visioner serta mampu memaksimalkan setiap peluang.
“Pemimpin harus punya karakter dan kuat, pemimpin yang hebat harus bertempur secara tegas,” Ujarnya.
Bahkan Luki juga mencontohkan pada eksistensi sosok Ridwan Hisyam (RH) atau yang biasa dikenal dengan panggilan mas Tatok salah satu senior HMI di Jawa Timur ditengah kalangan wartawan.
“Dia (Ridwan Hisyam, Red) sangat dekat dengan wartawan, dia orang yang sering muncul dimedia padahal dia tidak pernah memberi uang karena dia tahu isunya seperti apa dia layak diberi predikat produser berita dan dia selalu bisa menjadi sumber berita,” Tutur Luki dihadapan puluhan peserta diskusi.
Selain menceritakan sosok M Ridwan Hisyam, Luki juga menirukan pernyataan Jimhur Saros (Ketua PWI Bangkalan, Red) yang dulu sering dijadikan motifasi dirinya untuk terus berkarya.
“Dia (Jimhur Saroz, Red) dulu karena tidak bisa jadi wartawannya Radar maka jadi narasumbernya Radar. Ketika orang tidak ada yang berani bicara maka bang Jimhur berdiri dan berani bicara,” Kenangnya.
Masi pada agenda diskusi, Jimhur Saroz yang juga diberikan waktu untuk menjadi pemateri dihadapan para peserta memberikan beberapa tip untuk mengenali perbedaan antar berita asli dan hoax.
“Untuk menangkis Hoax, jadi harus dilihat sumber beritanya yang jelas status serta situsnya. Karena sekarang yang banyak blok spot itu yang perlu dipertanyakan keabsahannya. Jadi itu salah satu yang paling mudah untuk menganalisa. yang kedua lihat foto dan waktunya serta langsung kroscec kebenaran isi berita langsung pada sumber berita atau datanya itu.” Papar Jimhur menyarankan.
Lebih lanjut Jimhur juga memberikan tip mudah dalam membuat berita, karena menurutnya cukup menerapkan teori dasarnya saja yakni lima (5) W dan satu (1) H.
“Itu saja lah yang dipakai dan caranya, ya perlu sering mengikuti penataran jurnalistik kalau perlu siapkan pesertanya kita siapkan panelisnya. kalau memang ada yang berniat mengikuti pelatihan cara menulis dengan baik kita siapkan perangkatnya.” Sarannya dihadapan para peserta dan panitia acara diskusi yang sedang berlangsung.
Agenda diskusi yang diadakan oleh Badko HMI Jatim ini dimulai dari jam 13:00 WIB hingga ditutup dengan agenda buka bersama.












