SUMENEP, Senin (28/10/2019) suaraindonesia-news.com – Pecatur dari Disnaker Kabupaten Sumenep, H. Suherman, berhasil mengalahkan master nasional, Sugeng Prasetyo, dalam pertandingan catur simultan pada pembukaan kejuaraan catur Sumenep Cup 2019, Sabtu (26/10).
Dalam tanding simultan tersebut, Suherman berhasil mengalahkan Master Sugeng Prasetyo asal Jawa Tengah ini dalam waktu 10 menit atau dengan 20 langkah.
Tanding catur simultan ini digelar usai kejuaraan catur tersebut resmi dibuka. Dalam tanding ini, master Sugeng Prasetyo harus melawan sebanyak 15 orang pecatur, yakni Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, kepala OPD serta pengurus Percasi Sumenep.
Pecatur dari Disnaker Sumenep, Suherman mengaku sangat bangga atas kemenangannya. Sebab, meskipun hanya dalam pertarungan simultan, pihaknya bisa mengalahkan seorang master nasional.
“Jelas bangga sekali. Karena disana kan seorang master, sedangkan kita tidak mempunyai gelar apa-apa,” kata Suherman saat diwawancarai usai pertandingan.
Suherman mengatakan, kunci dari kemenangan tersebut adalah ketenangan dan kematangan dalam berpikir. Sehingga setiap langkah yang diambil bisa agresif dan brilian dalam menjaga pertahanan dan menyerang. Ia mengaku kalau dirinya adalah seorang atlet catur. Namun tidak serius mengembangkan keahlian karena kesibukan tugas dan keluarga.
“Kami sebenarnya seorang atlet lawas yang tidak pernah muncul atau melanjutkan secara serius di olahraga catur karena banyak hal dan tugas di dinas dan keluarga,” ungkapnya.
Kasubag Umum dan Kepegawaian Disnaker ini menambahkan, dengan kemenangan ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sumenep mempunyai potensi untuk melahirkan seorang atlet atau master di bidang catur.
“Bahkan di Kabupaten Sumenep harus ada pembinaan, perkembangan tiap bulan. Jadi ketika kompetisi itu di jalankan maka akan diketahui sejauh mana kemampuan dan perkembangan dari atlet itu sendiri,” jelasnya.
Sementara, Master Nasional Sugeng Prasetyo, saat diwawancarai mengatakan, kalah dan menang dalam perlombaan catur adalah hal yang biasa. Namun, kekalahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi sehingga kesalahan yang sama tidak terulang kembali.
“Yang penting bagi kita bagaimana usai pertandingan evaluasi kesalahan-kesalahan kita dan nanti dibenahi,” jelas Sugeng Prasetyo.
Kekalahan yang dialaminya tersebut disebabkan karena terkena taktik dan kombinasi dari lawan. Yakni semacam pengorbanan perwira, seperti kuda dikorbankan dengan pion.
“Saya istilahnya terkena taktik dan kombinasi. Main korban-korbanan hingga akhirnya raja saya diserang dan menteri saya hilang,” jelasnya.
Sugeng mengapresiasi keahlian yang dimiliki Suherman. Menurutnya, Suherman adalah pemain yang teliti dan ulet, langkah yang buat juga tajam menyerang. Bahkan ia menduga bahwa Suherman sudah berpengalaman dalam turnamen catur.
Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Marisa












