SAMPANG, Suara Indonesia-News.Com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa ratusan jamaah haji di Mina, Arab Saudi, pada Kamis (24/09). Dikabarkan, sekitar 740 jamaah meninggal, sementara 850 lainnya mengalami luka-luka.
Dalam rilisnya (25/09/2015), PCNU Sampang menyatakan turut prihatin dan berduka sedalam-dalamnya atas peristiwa yang menimpa calon jamaah haji di Mina saat melakukan ibadah lempar jumroh.
“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, atas nama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, saya menyampaikan turut berduka sedalam-dalamnnya atas kejadian yang menimpa umat muslim di Mina Arab Saudi. Mereka adalah syuhada, ahlul jannah,” kata Choirur Roziqin juru bicara PCNU Sampang.
Musibah yang terjadi di Mina, lanjut dia, di luar kuasa manusia, mengingat tidak bisa diketahui kapan dan dimana seseorang meninggal jadi kita tidak usah mencari kesalahan atas kejadian itu. Sebab pemerintah Arab Saudi sedang berupaya semaksimal mungkin untuk melayani jemaah haji dari seluruh dunia.
Namun berkumpulnya orang sekitar 3 juta, kesalahan manusia (human error) berakibat fatal.
Disampaikannya pula, sebagai bentuk keprihatinan maka PCNU Sampang menginstruksikan kepada segenap jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC NU) di tiap-tiap kecamatan, Pimpinan Pesantren serta Para Takmir Masjid se Kabupaten Sampang untuk menyelenggarakan Sholat Ghaib dan Istighosah secara bersama-sama baik ba’dah Jumat atau paling lambat besok Sabtu.
“Mari kita doakan bersama-sama semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan bagi seluruh jamaah haji Indonesia semoga diberi keselamatan dan ketegaran sampai kembali ke tanah air,” tegas wakil sekretaris NU Sampang ini.
Sebagaimana pemberitaan di media, Musibah terjadi pada akhir pelaksanaan ibadah haji.Musibah disebabkan para jamaah haji berdesak-desakan di lembah padang pasir yang terletak sekitar lima kilometer sebelah Timur kota Mekkah Arab Saudi, tepatnya di antara Mekkah dan Muzdalifah. (nor/luk).












