Paslon No 2 Edgar-Sefwelly Prioritaskan Penataan Kawasan Padat Penduduk

Saat H.Edgar (kanan tengah) mendatangi Kampung Lebak Wangi RT 02/RW 11, Kelurahan Ranggamekar

BOGOR, Selasa (27/02/2018) suaraindonesia-news.com – Banyaknya kawasan padat penduduk di Kota Bogor, membuat daerah penyangga ibukota Jakarta rawan akan bencana. Kondisi tersebut rupanya menjadi perhatian khusus dari pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut 2 dari jalur perseorangan, H.Edgar Suratman-Sefwelly Ginanjar.

Edgar yang mendatangi Kampung Lebak Wangi RT 02/RW 11, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (26/02) kemarin, kaget lantaran kawasan tersebut sangat padat penduduknya.

“Pemerintah perlu menata pemukiman yang dianggap sudah membahayakan bagi warganya sendiri, harus ada konsolidasi tanah (kebijakan pertanahan mengenai penataan kembali penguasaan dan penggunaan tanah serta usaha pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan, untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan pemeliharaan sumberdaya alam dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat) sesuai Peraturan KaBPN No.4 Tahun 1991, kira-kira membahayakan jangan dipaksakan untuk dibangun harus di relokasi, kita bisa manfaatkan lahan fasos fasum,” ujar Edgar kepada wartawan.

Pria yang juga menjabat sebagai Mustsayar NU itu menyatakan,  apabila  lahan fasos fasum tidak ada, maka pemerintah harus membebaskan lahan agar terjadi penataan. Misalnya, keberadaan posyandu di kawasan pemukiman yang berada dipinggiran sungai, tentunya sangat berbahaya.

Baca Juga: Lurah Tanjung Tuwis Ajak Pemuda Jauhi Narkoba dan Miras 

“Apakah harus dipaksakan ada posyandu, saya lebih setuju seperti yang dilakukan di Kebon Kopi. Ketika masih menjabat di Pemkot lahan yang dipinggiran sungai dibikin taman tapi dibangunkan posyandu lagi ditempat yang aman,” jelasnya.

Selain itu, kata Edgar, untuk daerah pemukiman yang rawan terjadi bencana longsor tidak bisa dibangun begitu saja.

“Jadi memang harus ada penataan baik secara RDTR dan RTRW, izin perumahan juga harus bertanggung jawab untuk turut menata lingkungan sekitar,” tambahnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan untuk melarang investor menanamkan modalnya, tetapi harus mengedepankan sisi lingkungan. Pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here