Pasien Lumpuh Diduga Korban Gas Beracun PT Medco Harus di Rujuk ke RSU Zainal Abidin

oleh -149 views
Korban yang mengalami lumpuh diduga disebabkan oleh gas beracun yang berasal dari aktivitas flaring milik PT Medco E&P Malaka.

ACEH TIMUR, Senin (03/05/2021) suaraindonesia-news.com – Asma Bin Adnan (56) pasien yang mengalami kelumpuhan yang diduga akibat dampak gas beracun H2S milik PT Medco E&P Malaka, harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh karena kondisinya makin parah.

Hal itu disampaikan Kasi Informasi RSU Zubir Mahmud, Makmur SKM saat dikonfirmasi diruang kerja nya Senin (3/5).

Menurut Makmur, pasien atas nama Asma warga Panton Rayeuk T yang masuk tadi malam pukul 23.00 WIB yang mengalami masalah dibagian kaki dan tangan tidak bisa bergerak, harus dirujuk ke RSUZA. Rujukan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter spesialist saraf.

“Pasien tersebut harus di rujuk ke RSUZA Banda Aceh, karena di sini tidak cukup fasilitas,” jelas Makmur.

Sementara Asma yang terbaring diruang perawatan kepada media mengaku bahwa kaki dan tangan nya tidak bisa digerakkan lagi, seluruh badan terasa kebas-kebas serta indra penciuman nya telah hilang.

“Selera makan pun sudah tidak terasa lagi,” ujar Ibu dari 5 anak ini.

Muhammad Zakaria, Suami korban mengaku kebingungan jika istrinya harus dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, karena tidak miliki biaya.

“Saya tak punya uang untuk biaya makan dan kebutuhan lain nya, sebab kami keluarga miskin pendapatan sehari-hari sebagai penderes getah rambong,” imbuhnya.

Muhammad Zakaria menjelaskan bahwa sejak subuh tadi pagi istrinya mengalami sesak nafas dan tubuh nya terasa lemas.

“Karena berfikir sakitnya biasa, saya pergi ke kebun, sepulang dari kebun pada siang hari kondisi istri makin parah, badan, kaki dan tangan tidak bisa bergerak lagi hanya leher dan kepala yang masih bisa digerakkan sehingga langsung dibawa ke RSZM,” terang nya.

Lanjutnya, pada saat peristiwa keracunan bulan lalu, istrinya tidak mengalami keracunan seperti lain nya, hanya nafas sedikit sesak cuma bisa ditahan, saat itu sempat di periksa di Puskesmas.

“Saya yakin ini pengaruh dari gas beracun, cuma ini baru bereaksi,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, peristiwa keracunan gas Jumat 09/04 lalau yang diduga jenis H2S dampak dari aktivitas flaring/ pencucian sumur gas PT. Medco E&P Malaka pada lokasi AS-11, yang menyebabkan belasan warga mengalami keracunan karena menghirup gas, serta ratusan warga lain nya sempat di ungsikan selama 5 hari di halaman Kantor Camat Banda Alam.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *