Pasien Dalam Perawatan Jantung, di Vonis Terjangkit Covid-19 Secara Lisan di RSUZA ​

oleh -641 views
Rosnawati pendaping/keluarga pasien sakit jantung asal Takengon yang di vonis terjangkit covid-19 di RSUZA.

​BANDA ACEH, Jumat (25/09/2020)
suaraindonesia-news.com –
Pendamping pasien Rosnawati (49), warga Takengon, Aceh Tengah, yang merawat ibu mertuanya di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh Hj. Asyria Bin Usman (75), Pasien sakit Jantung. Mengatakan usai di rujuk dari RS Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah. Masuk RSUDZA 2 pekan lalu. Selasa, (18/9).

“Ibu saya di rawat di ZA, ibu saya tiba-tiba di nyatakan terjangkit covid-19 secara lisan tanpa surat hasil Lab covid-19, di ruangan Pinere 4, ruangan covid-19 RSZA,” terangnya. Kamis (24/09).

Menurutnya, p​asien awalnya di rawat roda 1 rawat jantung kamar 5 RSUZA Banda Aceh, hingga kini di rawat diruangan covid-19.

“Mulanya, ibu saya sakit jantung, saat dirawat pasien pendamping pasien Rosnawati (49), juga meminta test swab, dan karantina kepada pihak RSUZA. Namun tidak dilayani,” ujarnya.

Rosnawati menjelaskan, pemindahan ibunya masuk secara diam-diam dari pintu belakang ruangan Penere 4.

Humas RSUZA Rahmadi saat dihubungi media ini Jumat (25/09) mengatakan, bahwa pasien tersebut dalam proses menunggu hasil swab, karena setiap pasien masuk UGD akan di tracking lebih dulu bahwa ada dugaan terinfeksi covid-19.

“Setiap pasien yang belum keluar hasilnya akan ditempatkan di ruang Penere 4, jika hasil nya postif akan diambil tindakan sesuai protokoler, jika hasilnya negatif maka akan di pindah ke ruang existing,” jelas Rahmadi.

“Menyangkut hasil Swab tadi sore Jumat (25/09) sudah keluar hasil nya negatif, sekarang pasien tersebut dalam proses pemindahan ke ruang existing,” ujar Rahmadi.

Rahmadi menambahkan, sebelum ada ruang Penere 4, pasien covid-19 ditempatkan di ruang existing, jadi menurutnya ada asumsi jika ditempatkan di Pinere 4 adalah pasien positif covid-19.

“Padahal itu adalah ruang transisi untuk menunggu hasil swab,” tukasnya.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *