KOTA BOGOR, Sabtu (17/01) suaraindonesia-news.com – Pasca kebakaran yang melanda sejumlah kios di Blok CD Pasar Anyar (Pasar Kebon Kembang), Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, PT Propindo Mulia Utama selaku pengelola pasar menyatakan telah melakukan sejumlah langkah penanganan awal sambil menunggu pencairan dana asuransi.
Hal tersebut disampaikan oleh Humas PT Propindo Mulia Utama, Maman Sahputra, yang menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih dalam proses penyelesaian klaim asuransi atas peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kamis (04/12/2025) lalu.
Menurut Maman, pasca kejadian tersebut PT Propindo Mulia Utama telah membersihkan sisa-sisa puing bekas kebakaran serta melakukan perbaikan instalasi listrik guna mendukung penerangan di area terdampak.
“Kami sudah membersihkan puing-puing sisa kebakaran dan juga memperbaiki instalasi listrik untuk penerangan,” ungkap Maman.
Ia menambahkan, para pedagang yang kiosnya terdampak kebakaran saat ini telah kembali beraktivitas di lokasi penampungan sementara yang telah disediakan oleh pihak pengelola.
“Semua pedagang yang kiosnya terkena dampak kebakaran sudah berjualan kembali di tempat penampungan yang kami sediakan,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, peristiwa kebakaran tersebut sempat menghebohkan pedagang dan masyarakat yang hendak beraktivitas di Pasar Anyar. Api membakar sejumlah kios di Blok CD pada Kamis pagi (04/12/2025).
Sementara itu, Bagian Operasional PT Propindo Mulia Utama, Eko Abryanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi awal di lapangan, sumber api diduga berasal dari kios nomor 156 di lantai dasar Blok CD.
“Menurut informasi di lapangan, sumber api diduga berasal dari kios nomor 156. Dugaan sementara akibat korsleting listrik di kios tersebut,” ujar Eko.
Eko menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 05.45 WIB oleh petugas keamanan yang sedang berjaga. Menyadari adanya kobaran api, petugas segera melakukan upaya pemadaman awal menggunakan 23 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta selang hydrant yang tersedia.
“Petugas keamanan berusaha memadamkan api menggunakan APAR dan selang air dari hydrant. Namun api cepat membesar karena kios yang terbakar merupakan toko kelontong yang menyimpan barang-barang mudah terbakar,” jelasnya.
Seluruh tim pengelola gedung kemudian dikerahkan untuk membantu proses pemadaman sembari berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Sekitar pukul 06.15 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan aliran listrik dari PLN langsung diputus untuk menghindari risiko lanjutan.
“Petugas damkar berupaya memadamkan api, namun karena api terus membesar, sekitar pukul 07.00 WIB didatangkan tiga unit mobil pemadam tambahan,” lanjut Eko.
Berkat kerja sama seluruh pihak, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 08.00 WIB.
“Alhamdulillah api dapat dipadamkan dan tidak merembet ke kios-kios lain di sekitarnya. Dari pantauan sementara, beberapa kios mengalami kerusakan cukup parah, namun tidak terdapat korban jiwa. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk evaluasi menyeluruh dan langkah penanganan selanjutnya,” pungkasnya.
Reporter: Iran G Hasibuan
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri












