Pasca Insiden Anarkis, Bupati Panggil Ketua Cabang PSHT Situbondo

oleh -140 views
Forkopimda Situbondo saat melakukan klarifikasi dengan ketua Cabang PSHT Situbondo.

SITUBONDO, Senin (10/8/2020) suaraindonesia-news.com – Usai meninjau kerusakan sejumlah rumah warga di Desa Kayuputih, Kecamatan Panji dan Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum PSHT, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Situbondo, Jawa Timur langsung memanggil Ketua cabang perguruan Pencak Silat PSHT dan Pagar Nusa di Situbondo.

Mereka dipanggil untuk diklarifikasi dan koordinasi terkait aksi anarkis yang terjadi di dua desa tersebut.

Dalam rapat koordinasi di ruang Intellegency Room (IR), yang dipimpin Bupati dan Kapolres tersebut, dihadiri Ketua Cabang PSHT Situbondo, Tulus Prijatmaji dan Ketua Pagar Nusa, H Mannan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto menjelaskan, bahwa saat melihat kejadian di lokasi, cara yang dilakukan oleh mereka itu tanda tandanya sangat biadab. Lantas apakah kejadian ini ditunggangi oleh kriminal atau murni tidak terkontrol.

“Nanti PSHT bisa kordinasi langsung dengan Kapolres,” katanya.

Bupati menambahkan, bahwa dari kejadian tersebut, pihak kepolisian sudah mengendus siapa aktor utama dan pelaku dari aksi pengrusakan puluhan rumah warga itu.

“Kalau PSHT mempunyai komitmen kemanusian dan komitmen membangun Situbondo untuk kondisi yang baik, saya rasa peran pengurus PSHT untuk membantu jajaran kepolisian dan menyelesaikan masalah sosial yang bergolak,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi meminta agar para pengurusnya bisa mengarahkan anggotanya hingga ketingkat paling bawah.

Kapolres menjelaskan, jika berkaca pada insiden disore hari hingga terulang pada dini hari, maka ini ada indikasi kriminal murni individu yang dibawa kepada kelompok.

“Dari dampak ini, semua masyarakat tidak beraktivitas,” kata AKBP Sugandi.

Ketua Pagar Nusa Situbondo, H Mannan, memastikan kejadian yang dialami warga itu bukan tindakan Pagar Nusa.

Ditempat yang sama, Ketua cabang PSHT Situbondo, Tulus Prijatmaji mengatakan, bahwa terjadinya kesalahpahaman itu setelah proses pendadaran untuk menjadi warga PSHT yang terdiri dari wilayah barat dan tengah.

“Untuk yang dibarat dilakukan di Kecamatan Suboh dan kebetulan saya sendiri yang hadir,” kata Tulus.

Tulus menegaskan, dirinya sepakat siapun yang terlibat untuk ditindak dan diproses secara hukum.

“Siapaun yang telibat, apalagi itu pengurus ya harus ditindak,” tegasnya.

Dikatakan juga, bahwa selama ini pihaknya selaku ketua tidak pernah mengintruksikan untuk hal yang jelek jelek. Apalagi sampai melakukan pengrusakan dan merugikan masyarakat.

“Oknum oknum yang merugikan masyarakat, ya silahkan ditindak secara hukum yang berlaku. Jika memerlukan data keanggotaan, ya saya serahkan,” kata Tulus Prijatmaji.

Tulus mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan dari oknum mana dan siapa saja yang terlibat kegaduhan, karena nanti akan dapat dilihat melalui rekaman CCTV.

“Untuk sementara, semua kegiatan atau latihan akan kita vakumkan dulu,” pungkasnya.

Reporter : Ugik
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *