Pasca Covid-19, Penderita Sakit Menahun Tidak Mendapatkan BLT

oleh -37 views
Kapolres Langsa AKBP Andy Hermawan SIK, MSc. (Mantan Kapolres Langsa) Saat dirinya menjabat, menyambangi rumah Rusdi Hanafiah, Senin (19/11/2018).

LANGSA ACEH, Sabtu (01/08/2020) suaraindonesia-news.com – salah satu warga Simpangwie, Kecamatan Langsa timur. Rusdi Hanafiah merilis sebuah kronologis yang dideritanya sejak terjadi kecelakaan, tepatnya di waktu itu pada tanggal 18 Agustus 2018 tahun lalu.

Saat itu pula dirinya harus menjalani operasi guna mendapatkan pertolongan dari Rumah Sakit Umum (RSUD) Langsa.

Setelah kakinya dioperasi yang ditangani langsung oleh dr. Helmi Fahri di RSUD Langsa, selang 3 (tiga) hari kemudian mendapat kunjungan dari Walikota Langsa. Usman Abdullah, SE, dan rombongan menjenguk Rusdi Hanafiah yang sedang dirawat di RSUD, kehadiran walikota juga memberikan santunan untuk pegangan keluarga selama dirinya mendapatkan perawatan di RSUD setempat.

Menurut kisah cerita Rusdi Hanafiah (korban kecelakaan, red) tepat pada waktu itu pula, salah satu sosok Mantan Kapolres Langsa. AKBP Andy Hermawan SIK, M. Sc, yang baru saja menjadi Kapolres tahun 2018 lalu, tanpa dikenal sosok hamba ALLAH SWT berhati mulia yang katanya berasal dari seorang putra daerah Jawa Tengah itu, atas keiklasan Kapolres dan tanpa ada hubungan sebelumnya, menjenguk dirinya yang sedang sakit terbaring dirumah.

Sehingga kedatangan Kapolres AKBP Andy Hermawan SIK, MSc. membuat keluarga Rusdi Hanafiah, langsung kaget dan memberikan santunan berupa biaya perobatan dan kebutuhan sembako setiap bulannya hingga berjalan satu tahun dimasa jabatan Kapolres Langsa pada tanggal 19 November 2018, tahun lalu.

Namun dibalik itu semuanya, karena menderita sakit menahun tak kunjung sembuh itu, di bagian kaki yang patah, dan butuh biaya pengobatan, Rusdi Hanafiah seorang Warga Gampong Simpangwie, Kecamatan Langsa Timur, sehingga dirinya merilis berita ini kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah provinsi Aceh.

Pasca sejak diberlakukan Pandemi Virus Corona (Covid-19) oleh pemerintah pusat dan berbagai bantuan yang disalurkan oleh Kemensos RI untuk Rakyat Indonesia yang tidak bisa bekerja, akibat sakit menahun karena berdampak Covid -19.

Pemerintah mengintruksikan baik kepada semua pimpinan daerah dan sampai ditingkat kepala desa, demi mengindari wabah covid – 19 yang sedang melanda negeri ini, kepada semua masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Tapi apa yang hendak dikata, Rusdi Hanafiah walaupun dirinya sakit menahun dengan luka kaki patah dan membutuhkan biaya perobatan dan tuntutan kebutuhan keluarga, walaupun keadaan sakit dengan kaki terpincang – pincang dirinya terpaksa bergerak kesana – sini sambil menjalankan profesinya bersama teman – teman yang ada di kota Langsa.

Sementara bantuan pemerintah pusat untuk rakyat yang berdampak covid-19 menyebar ke daerah – daerah hingga ke perdesaan diseluruh tanah air ini, tapi apa hasilnya sejak bantuan mengalir baik itu, bantuan langsung tunai BLT – DD (dana desa) bahkan bantuan Kemensos RI lewat Bank dan Kantor Pos, sebut Rusdi Hanafiah.

Jujur dan iklas saya tidak mendapatkan bantuan berupa BLT yang berdampak Covid-19. Sementara dirinya di desa yang ditempatinya itu, diduga tanpa ada sebuah kebijakan, dikaitkan dirinya sebagai anggota tuha Peut Gampong Simpangwie, maka bantuan Covid-19 berlalu begitu saja, sampai saat ini tanpa menerima dana bantuan penanganan Pandemi Covid-19.

Lanjutnya, seraya berharap kepada pemerintah pusat dan daerah semoga keadilan itu ada untuknya, karena sepengetahuanya itu, sebagian warga desa kelihatan sehat diberikan BLT DD. Oleh pemerintah desa.

Lantaran diduga pemerintah desa menganggap dirinya terlibat anggota tuha Peut, karena alasan itu tidak diberikan BLT DD untuknya, walaupun ada solusi untuk mendapatkan kebijakan lain, oleh karena itu dirinya terpaksa kesana – kesini, demi tuntutan biaya pengobatan kaki dan kebutuhan keluarga. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *