LUMAJANG, Selasa (30/10/2018) suaraindonesia-news.com – Pasar Teknologi “Advansia” diharapkan dapat mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Hal ini disampaikan Comercial Excecutive PT Advansia Indotani Wilayah Jatim Tengah, Maulana kepada media ini, bahwa sebelumnya pihak Advansia telah melakukan demplot dilahan milik Ketua Kelompok Tani (Poktan), H Yoko, beberapa tahun yang lalu.
“Sawah yang dijadikan percontohan dulu, juga sempat dilakukan demplot adalah milik H Yoko, di Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang,” katanya kepada awak media ini, siang ini.
Kegiatan Pasar Teknologi ini disambut dengan sangat antusias oleh ratusan petani wilayah Kecamatan Sukodono.
“Pasar teknologi yang kami gelar ini dengan komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang bertujuan untuk memberikan pilihan teknologi kepada petani khususnya petani wilayah Kecamatan Sukodono khususnya dalam meningkatkan pendapatan,” bebernya.
Sementara itu, menurut Ketua Poktan setempat, H Yoko kalau panen dengan menggunakan produk Advansia ini, hasilnya melebihi rata-rata produksi sawah di Kabupaten Lumajang yakni sekitar 12 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.
“Sedangkan rata-rata produksi padi di Desa Klanting ini baru mencapai sekitar 5-6 ton GKP per hektare,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.
Percontohan tanaman padi pada musim tanam 28 Juli 2018, kata H Yoko merupakan kerjasama antara Poktan Desa Klanting, Kecamatan Sukodono dengan produsen obat-obatan pertanian PT. Advansia Indotani ini.
“Untuk demplot kali ini dilahan milik Pak Bisri, dengan varietas hibrida mapan 05, cara tanam tapin dengan jarak tanam 30×25 cm,” jelasnya.
Diungkapkan pula oleh H Yoko bahwa perlakuan pada tanaman tersebut dengan menggunakan Moluskisida : Abojo 200 gram/hektar, Insektisida : Apromil + Valacor 500 ml + 30 gram/hektar, Insektisida (wereng) : Azatin + Ajin 250 ml + 100 gram/hektar dan Fungisida & ZPT : Amolin + Amotop + Akara 250 ml + 250 ml + 100 gram/hektar.
“Diharapkan lahan milik pak Bisri bisa panen bagus dalam 5 hari kedepan,” pungkasnya.
Kepala UPT Pertanian Kecamatan Sukodono, Ismail juga mengapreriasi kepada produk Advansia yang menggelar pasar teknologi di Desa Klanting, Kecamatan Sukodono pada musim tanam ini.
Ia mengatakan, pasar teknologi tersebut dapat membantu penyuluh pertanian dan para petani dalam meningkatkan produksi padi di Kabupaten Lumajang.
Ismail mengatakan kalau produksi padi secara rata-rata di Kecamatan Sukodono ini masih minim dari potensi produksi yang ada.
“Sejumlah sawah yang ditunjang oleh irigasi teknis dari sumber mata air Selokambang, produksi rata-rata masih sekitar 7-7,5 ton per hektar per siklus tanam,” ungkapnya.
Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publisher : Imam












