Berita UtamaPeristiwa

Pasar Parkiran Pecah Keramaian Kota Batu

56
×

Pasar Parkiran Pecah Keramaian Kota Batu

Sebarkan artikel ini
IMG 20150526 183110
Pasar Parkiran Kota Batu

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Selama 5 tahun ini, ketika malam hari keramaian Kota Wisata Batu berada ada pada dua titik, Alun-alun dan Batu Night Spectakulair (BNS). Namun pada seminggu terakhir, bertambah satu lagi yaitu Pasar Parkiran di Jalan Sultan Agung Kelurahan Sisir Batu.

Setiap akhir pekan maupun hari libur, lebih-lebih liburan panjang dapat dipastikan jalanan menuju KWB arus lalulintasnya panjang mengular. Kemudian salah satu tempat yang dituju adalah Alun alun yang berada dipusat kota wisata ini.

Kondisi itu kalau terus berlangsung membuat ketidak seimbangan laju ekonomi. Salah satu solusi menuju pemerataan ekonomi dan membludaknya keramaian dibuat wahana yang bisa memancing keramaian.

Peluang seperti itu disambut oleh para pemuda kota Batu. Organisasi Pemuda Pancasila bekerjasama dengan Jawa Timur Park Group melakukan langkah nyata. Dengan membuat obyek wisata belanja di selatan Stadion Gelora Brantas Batu.

Ide kreativitas itu ternyata membuat sambutan masyarakat secara luas. Terbukti, sejak dibuka pada 14 Mei 2015 lalu, kunjungan pewisata ke pasar ini tidak pernah sepi alias lebih dari ribuan orang datang serta membelanjakan uangnya di tempat ini.

Manager Operasional Pasar Parkiran, Hery Maskur, gagasan mendirikan obyek ini ada beberapa alasan. Antara lain, memberikan kesempatan luas kepada pemuda-pemudi KWB ikut berperan dalam wisata. Termasuk kepada warga Batu bisa berbisnis di tempat ini.

“Kami bersyukur, kalau pasar ini  bisa menghidupkan suasana malam di sini. Juga bersyukur membawa dampak positif bagi banyak pihak,” kata Hery Maskur disela-sela kontrol di parkiran pasar, kemarin.

Pasar seluas 1 ha ini terdapat 250 pedagang yang keseluruhan dari KWB sendiri. Pedagang ini beraneka macam yang dijual mulai kuliner, aksesoris, pakaian, batu akik  dan jasa. Bukan itu saja, untuk menarik management menyediakan wahana permainan anak-anak, tri dimensi dan rumah kaca. Serta setiap hari ada hiburan, dengan agenda setiap hari berganti.

Hiburan itu, band, musik dangdut, bantengan, keroncong juga melibatkan para pengamen jalanan.

Pasar ini, kata Hery, konsepnya bukan pasar murni. Melainkan kalau siang dipakai lahan parkir sedang kalau sore hingga malam dipakai para pedagang. Untuk perawatan pasar, pedagang diminta membayar Rp4 ribu per meter persegi.

Management pasar ini, kata Hery melibatkan organisasi Pemuda Pancasila Kota Batu dan tim JTP Group. “Total pegawai disini sejumlah 35 orang. Mereka dari warga Batu juga,” kata Hery.

Pegawai ini tidak mengutamakan ijazah, namun mengutamakan kepada kejujuran. Tidak hanya itu, pegawai ditempat ini juga mewadahi mantan penghuni lembaga pemasyarakatan. “Sekali lagi semoga usaha ini membawa manfaat bagi kita semua,” terang Hery yang dikenal low profil ini.

Wakil Walikota Batu Punjul Santoso menyambut baik usaha JTP dan DPC PP Kota Batu ini. Menurut dia usaha ini bisa membawa angin segar bagi warga Kota Batu. “Usaha untuk meramaikan dan meratakan keramaian di KWB perlu mendapat apresiasi. Kalau saya pribadi memberikan acungan jempol,” kata Punjul Santoso.

Salah satu pedagang di Pasar Parkiran Batu, Wito mengatakan pembukaan wahana pasar parkiran ini merupakan ide bagus. Karena terbukti sudah bisa membawa dampak ekonomi warga cukup luar biasa. “Yang dulunya nganggur sekarang bisa dapat pekerjaan. Kemudian kota wisata ini bisa lebih hidup,” katanya.

Jadi, kalau warga KWB maupun wisatawan ke Batu belum berkunjung ke Pasar Parkiran serasa belum lengkap. “Kalau kesini bisa melihat pasar tradisional dengan konsep modern,” ujarnya. (kurniawan).