Pasar Lumajang Masih Belum Ada yang Sesuai SNI 8152 : 2015

Pasar Baru Lumajang Tampak Depan

LUMAJANG, Rabu (28/03/2018) suaraindonesia-news.com – Jika mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152 : 2015, sejumlah pasar rakyat yang dikelola Pemerintah Daerah (Pemda) Lumajang, masih jauh dari standarisasi pasar rakyat.

Sebab untuk mengacu kepada SNI 8152 : 2015, kata Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sarana Prasarana Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang, Suherman SH ada 32 pasar rakyat belum memenuhi kriteria, yang sebelumnya hanya ada 30 pasar rakyat yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.

“Untuk memenuhi kriteria SNI type 3 saja pasar di Lumajang masih jauh. Dan di Lumajang ini masih dalam katagori jelas, dan itu pada kelas 3 belum kelas 1. Dua pasar rakyat yang diserahkan kepada Pemkab Lumajang adalah pasar MKS di Kelurahan Ditotrunan dan pasar Damai di Kelurahan Jogotrunan,” ungkapnya saat dikonfirmasi media tadi siang diruang kerjanya.

Baca Juga: Rehab Pembangunan 3 Pasar Besar di Lumajang Telan 4,5 Milyar

Padahal, seperti pasar baru Lumajang itu adalah pasar utama di Kabupaten Lumajang, juga masih belum memenuhi SNI tersebut. Salah satu syarat untuk memenuhi SNI, kata Suherman adalah penataan parkir yang harus bagus.

“Selain itu, wajib ada tempat untuk ibu menyusui, ada lemari pendingin, masih banyak lainnya seperti kantor pengelola dan alat pemadam api,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Suherman, sebagai pihak yang diberikan wewenang untuk bidang pengelolaan sarana prasarana perdagangan, selalu mencari solusi bagaimana agar pasar rakyat tidak mati dan tetap selalu eksis di era globalisasi modern seperti ini.

“Pasar tradisional agar tetap eksis harus ada perubahan dari berbagai segi, seperti tempat harus direhab mulai lantai harus keramik, drainase yang bagus dan atap galvalum,” tambahnya.

Sampai dengan saat ini, menurut Suherman sudah ada beberapa pasar yang telah dilakukannya perawatan dan rehab ringan atau berat.

“Seperti pasar buah di Desa Wates Wetan Kecamatan Ranuyoso sudah mendapatkan rehab dengan anggaran sebesar Rp 4 milyar lebih, sekarang tidak menyebabkan macet yang parah seperti sebelumnya. Pasar Sukodono, pasar Candipuro, pasar Kunir dan beberapa lainnya juga sudah mendapatkan perawatan dan rehab ringan,” ujarnya lagi.

Dan seperti pada pemberitaan sebelumnya Suherman sempat menjelaskan jika tahun 2018 ini akan ada rehab pada tiga pasar di tiga Kecamatan dengan anggaran sekitar Rp 4,5 milyar.

Dengan adanya rehab di tiga pasar itu, para pedagang sangat bersyukur sebab akan ada perbaikan dari sisi lokasi berdagang.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here