Panitia Pemilihan BPD Desa Angkatan Akui ada Kesalahan

oleh -78 views
Pertemuan tertutup antara salah satu calon peserta pemilihan BPD dengan Gassing selaku sekretaris panitia yang sekaligus sekdes Desa Angkatan. Sabtu (28/3/2020) malam.

SUMENEP, Minggu (29/3/2020) suaraindonesia-news.com – Panitia pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Angkatan mengakui bahwa ada permasalahan dalam proses pemilhan anggota di Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Hal ini disampaikan oleh Maksum salah seorang calon anggota BPD yang hak pilihnya merasa dirugikan oleh panitia. Minggu (29/3/2020).

Maksum menuturkan bahwa pernyataan ini disampaikan berdasarkan hasil pertemuan tertutup antara dirinya dengan Gassing selaku sekretaris panitia yang sekaligus sekdes Desa Angkatan.

Ia mengatakan, pertemuan tersebut difasilitasi oleh tokoh masyarakat dan tokoh pemuda juga memberikan masukan supaya proses pemilihan BPD dimaksud berpegang teguh pada tata aturan yang berlaku sebagaimana tertuang dalam peraturan Bupati No. 7 tahun 2020 tentang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pasal 23 ayat 5.

“Memang panitia telah mengakui bahwa proses pemilhan Anggota Badan Permusyawartan Desa Angkatan ada kesalahan,” katanya.

Menurutnya, kesalahan tersebut terdapat pada sistim penggunaan hak pilih yang seharusnya satu orang memiliki satu hak suara, namun pelaksanaannya satu orang melakukan pencoblosan 9 (sembilan) kali di sembilan Dusun.

“Hal inilah yang menciderai azas kejujuran dan keadilan,” tuturnya.

Ketika ditanya bagaimana pemilihan BPD ini seharusnya berlangsung, Maksum menjelaskan bahwa pemilihan dengan keterwakilan wilayah atu Dusun seharusnya dilakukan oleh perwakilan pemilih masyarakat Dusun untuk keterwakilan Dusunnya, bukan seluruh perwakilan masyarakat memilih disatu Dusun lalu memilih di Dusun berikutnya.

“Pemilihan dengan keterwakilan wilayah atau Dusun seharusnya dipilih oleh perwakilan pemilih masyarakat Dusun setempat bukan seluruh perwakilan masyarakat diberi kesempatan untuk memilih di satu Dusun lalu memilih lagi ke Dusun berikutnya, ini sangat tidak fair dan tampak ada rekayasa supaya calon tertentu tidak terpilih,” tambahnya.

Lebih lanjut, Maksum menerangkan bahwa akibat kesalahan panitia tersebut menyebabkan kekacauan berfikir di masyarakat yang mengakibatkan pergaulan sosial antar warga terganggu.

“Kesalahan seperti ini sering sekali mengakibatkan pro dan kontra di tengah masyarakat Angkatan yang mengakibatkan pergaulan sosial antar warga masyarakat menjadi terganggu, hal ini segera disikapi oleh panitia. Karena jika tidak, moralitas panitia dipertaruhkan dan akumulasi kekecewaan masyarakat meningkat oleh karena mengabaikan aturan berdemokrasi di Desa,” pungkasnya.

Sementara menurut sekretaris panitia pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Angkatan yang sekaligus sekdes Desa Angkatan, Gassing mengatakan, bahwa pihak panitia sudah melaksakankan proses pemilihan sesuai petunjuk yang ada.

“Kami rasa panitia sudah melakukan proses dan tahapan sesuai dengan petunjuk yang ada,” kata Gassing yang dihubungi media ini melalui sambungan telepon pribadinya. Minggu (29/3).

Namun, dirinya mengakui bahwa pihaknya sudah mendengar adanya informasi yang berkembang terkait pengakuan salahsatu dari paniti yang mengakui adanya kesalahan dalam proses tahapan pemilihan.

“Saya memang sudah mendapat bocoran bahwa ada pengakuan dari salah satu panitia yang mengakui ada kesalahan dalam proses pelaksanaan pemilihan BPD Desa Angkatan, namun pertanyaannya panitia yang mana,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa terkait persoalan tersebut pihaknya segera akan melakukan kordinasi dengan panitia terutama ketua panitia pelaksana.

“Kami memang sudah mengagendakan akan mengadakan pertemuan terutama dengan ketua panitia terkait persoalan ini, apakah perlu dilakukan mediasi terkait keluhan itu,” tukasnya.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *