Pangdam V Brawijaya : Tanam Mangrove Pun Bentuk Dari Bela Negara Dalam Menjaga Lingkungan

oleh -29 views
Pangdam V Brawijaya (topi hitam) bersama ketua pwi jatim (kaos biru) di hutan mangrove

Reporter : Adhi

Surabaya, Suara Indonesia-News.Com – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) wartawan bersama Kodam V Brawijaya menggelar penanaman pohon mangrove, lomba mancing dan Diskusi Bela Negara di Kolam Pemancingan Wisata Mangrove Wonorejo Surabaya, Minggu siang, (28/02/2016).

Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi mengatakan, penanaman mangrove ini sebagai bentuk kepedulian TNI dan insan pers terhadap kelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini untuk menanggulangi banjir laut dan abrasi pantai di kawasan Surabaya Timur,” tuturnya.

Peringatan HPN semakin ramai, saat lomba mancing bersama dimulai. Dengan memperebutkan berbagai hadiah menarik, mulai dari sepeda gunung dan peralatan elektronik, TNI bersama wartawan berlomba mendapatkan hasil memancing yang terbaik. Kegiatan ditutup dengan Diskusi Bela Negara, dengan narasumber Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Sumardi dan Ketua PWI Jatim, Ahmad Munir.

Ketua PWI Jatim Ahmad Munir menyampaikan, bahwa Bela Negara tidak harus berperang, namun memerangi peredaran narkoba yang terjadi masyarakat saat ini juga termasuk wujud Bela Negara. “Wartawan diharapkan pro aktif membantu pemerintah untuk memerangi peredaran narkoba,” ujar Ahmad Munir.

Sementara Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi juga menegaskan program bela negara bukan diartikan untuk mempersiapkan peperangan dalam arti sebenarnya.

Lebih jelas, menurutnya, program bela negara adalah menumbuhkan kembali sikap kecintaan untuk menjaga negara kesatuan republik Indonesia dari gangguan apapun.

“Karena kita bicara bela negara, pertama yang dijaga adalah kutuhan bangsa dan negara. Nah tidak hanya perang dalam arti sesungguhnya, tapi ketahanan ideologi politik dan pangan,” ujar Mayjen TNI Sumardi dalam diskusi Bela Negara dengan wartawan di Kolam Pancing Mangrove Wonorejo, Surabaya, Minggu (28/02/2016).

Menurut Sumardi ancaman nyata yang paling terlihat saat ini adalah bahaya terorisme dan narkoba yang muncul di tengah masyarakat. Untuk itu pihaknya berharap dengan program bela negara ini misi negara untuk mempertahankan NKRI bisa saling bersinergi antara TNI, POLRI dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *