Pangdam Minta, dipilkada serentak Prajurit TNI Harus “Netral”

????????????????????????????????????

Reporter : Nazli Md.

Abdya, Minggu, 30/10/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman membenarkan bahwa tidak ada Prajurit  TNI yang memihak pada pilkada  serentak 2017 di provinsi aceh ke salah satu pasangan calon.

“Saya telah memerintahkan kepada semua prajurit TNI di lapangan harus netral,” tegas nya di sela-sela acara silaturahmi dengan tokoh masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di kediaman dinas bupati Abdya.

Selanjutnya, Mayjen berbintang dua itu mengatakan pengalaman pahit TNI dihujat hingga hilang kepercayaan masyarakat mencapai 20 persen pada masa lampau, agar tidak pernah terulang lagi di masa sekarang.

Karena, tatkala TNI miring atau memihak dalam pilkada tentu, bencana yang ada Apalagi TNI pernah merasakan itu dan semua mengetahui di bawah tahun 1998 dulu TNI tidak netral dalam pemilihan umum.

Ia juga menjelaskan setelah tahun 1998, TNI melakukan reformasi, semua struktur yang terkait dengan politik dibubarkan dan lambat laun sampai akhir 2016 ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan secara metode dan ilmiah oleh beberapa lembaga terkenal, Alhamdulillah 99 persen masyarakat kembali percaya pada TNI.

Disebutkan, kembalinya kepercayaan masyarakat kepada TNI merupakan sebuah kemajuan, dan sudah dua kali dibuktikan, baik pada saat pemilihan anggota legeslatif maupun pada pemilihan kepala negara tidak muncul keterlibatan TNI yang memihak ke kiri ataupun ke kanan.

“Saya jamin TNI netral dan bila ada prajurit tidak netral maka jangan segan-segan laporkan, karena saya tidak ingin hanya gara-gara perorangan merusak institusi TNI yang besar ini,”katanya.

Dalam kesempatan itu Pangdam mengimbau kepada semua calon kepala daerah, baik tingkat kabupaten/kota maupun tingkat provinsi agar memberikan pemahaman kepada seluruh pengikut atau simpatisan agar tidak melakukan kegaduhan dan membuat ke anehan dalam pesta demokrasi ini.

Sementara itu tambahnya Mayjen, Pilkada serentak di Aceh yang diikuti enam pasangan calon gubernur/wakil gubernur dan 86 pasangan calon bupati/wakil bupati dan wali kota wakil wali kota di 20 kabupaten dan kota se Aceh.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here