Pandemi Covid-19, Warga Terbantu Berkat UKM Ini

oleh -610 views
Tipyani memilih usaha produksi tusuk sate yang merupakan usaha padat karya sehingga dirinya dapat menolong ekonomi warga di desanya. (Foto: Guntur Rahmatullah).

JEMBER, Sabtu (30/1/2021) suaraindonesia-news.com – Begitu banyak usaha yang mengalami penurunan pendapatan, bahkan sebagian telah gulung tikar di tengah pandemi Covid-19. Namun tak sedikit juga yang masih bisa bertahan.

Seperti usaha produksi tusuk sate yang dirintis oleh seorang ibu rumah tangga di Desa Curahlele, Kec. Balung, Kab. Jember.

Adalah Tipyani, memulai usaha ini sejak 2018 lalu. Dia mempunyai misi menolong perekonomian warga di desanya melalui usaha tusuk sate.

Dia merekrut karyawan dengan prioritas ibu-ibu dengan ekonomi kurang mampu, janda yang masih menanggung anak. Ya, karyawan dia didominasi perempuan daripada laki-laki. Sampai saat ini, Tipyani telah mempekerjakan sebanyak 30 warga desanya dan desa tetangga, Sukorejo.

Seorang pekerja sedang memotong bambu. (Foto: Guntur Rahmatullah)

Di tengah pandemi Covid-19, usaha produksi tusuk sate miliknya masih eksis beroperasi.

“Awal pandemi itu yang merosot tajam, dikarenakan di beberapa kota menerapkan penutupan pasar tradisional, namun itu hanya berlaku beberapa hari, setelah itu lancar kembali,” ungkap Tipyani kepada suaraindonesia-news.com, Sabtu (30/1).

Sedikitnya tusuk sate seberat 1 ton perminggu didistribusikan ke Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Jember.

“Biasanya 1 ton untuk memenuhi pasar di Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Jember dalam seminggu. Apabila musim hajatan, bisa lebih dari itu,” kata Tipyani.

Proses penjemuran tusuk sate. (Foto: Guntur Rahmatullah)

Salah satu karyawan, Khotimah mengaku terbantu dengan produksi tusuk sate ini. Dia mengaku mendapatkan penghasilan tambahan kurang lebih Rp. 200.000 perminggu.

“Ya cukuplah untuk membeli elpiji dan beras selama seminggu,” kata Khotimah.

Khotimah mengungkapkan, suaminya bekerja sebagai serabutan, juga ojek. Penghasilan suaminya semakin menurun di tengah pandemi ini.

“Ya syukurlah masih ada yang lancar dari produksi tusuk sate ini. Kalau yang lain, suami saya ngojek sudah semakin sepi karena Corona ini,” ungkap dia.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *