Pabrik Pupuk Organik Berbau Kotoran Ayam ‘Menyengat Hidung‘

Pubrik Pupuk

Magetan, Suara Indonesia News.com – Keberadaan Pabrik Pupuk Organik UD Sugih Waras di Desa Temenggungan Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur meresahkah warga masyarakat sekitar.

Pasalnya, Pabrik Pupuk itu cara pengolahanya, berbau seperti bangkai dan Kotoran ayam hal ini di sampaikan oleh Hariyodo [53] warga Desa Geplak kepada wartawan Suara Indonesia News.com beberapa hari yang lalu.

Dijelaskan, pabrik pupuk yang bahannya kotoran dari kandang ayam seperti itu, baunya sangat tajam,  apalagi di waktu malam hari mencapai radius 1,5 Km, lama kelamaan warga sekitar menyedot aroma seperti itu orang bisa terkena penyakit radang tenggorokan dan ber akibat kematian.

“ orang yang tidak sehat dan berusia lanjut “ mudah terinfeksi radang tenggorokan dan berakibat kematian, ungkapnya.

Ditempat terpisah Wagimun/Munbung [57] warga masyarakat Desa, yang sehari hari sebagai Petani mengatakan, bau pabrik seperti itu, masyarakat sekitar sudah tau dan menikmatinya, namun mau protes tidak berani dan hanya menggerundel dalam hati.

Karena itulah, ia minta kepada wartawan suara indonesia-news.com untuk menulis besar besar aspirasinya itu di koran atau media massa yang peduli terhadap masyarakat kecil, dari pada demo besar besaran mendatangi lokasi pabrik, katanya.

Dikatakan, di waktu malam hari sekitar jam dua malam, ketika ia mengairi sawah dan saat itu angin sepoi sepoi tidak begitu kencang/timbreng, baunya sangat mencekik leher, kami hampir tak sadarkan diri [ blogkkeen terpuyuh-puyuh], dan ini sangat mengganggu petani di sawah.

Bukan itu saja, kamipun tetangga dan keluarga, masyarakat yang tidur di rumah menyesalkan adanya keberadaan pabrik itu.

Harapanya, kepada pejabat dan wakil rakyat di atas adanya bau seperti ini untuk memberi solosi dan memberikan jalan keluar, bagaimana caranya supaya tidak berbau, kalau memang tidak bisa memberi solosi, ya silahkan untuk di tutup, kami warga masyarakat masih sabar, ungkapnya.

Hasil investigasi wartawan koran ini di lapangan, menyebutkan bahwa keberadaan pabrik itu hanya menyewa tanah bengkok Perangkat Desa setempat, dulu jaman Kades Sutoyo almarhum, tanah itu di sewakan bukan untuk pabrik, melainkan untuk peternakkan ayam secara berkelompok setempat, pasalnya Desa Temenggungan dulu saat masih jadi satu dengan Kecamatan Karangrejo mendapatkan bantuan dana hibah dari dinas peternakan Propinsi.

Itupun bukan pabrik, mestinya sesuai dalam benner papan nama keberadaanya hanya sebagai distributor resmi pupuk urea bersubsidi dan dari PT Pupuk Kalimantan Timur dan hanya sebagai Usaha Dagang yang bernama UD Sugih Waras.

Di dalamnya, menurut karyawanya yan berada di luar pabrik, tidak ada satupun, pupuk Urea dan pupuk kalimantan di gudang, yang ada hanya bahan dan tumpukan hasil produksi pupuk organik/ super petroganik yang bahanya dari kotoran hewan.

Anggota komisi B DPRD Kab Magetan Drs Sudarmawan, di mintai keterangan masalah ini mengatakan, keberadaan produksi pupuk di Pedesaan tidak di benarkan, apalagi pabrik pupuk petroganik itu berbau dan jaraknya berdekatan dengan SMA N 1 Karas di Temenggungan, jelas ini sangat mengganggu proses belajar mengajar.

Ditambahkan, adanya aduan dari masyarakat ini, mengatakan, dalam waktu dekat kasus ini akan di bawa ke forum- forum rapat dalam sidang Komisi B di tingkat Kabupaten, apalagi keberadaan pabrik pupuk petroganik di situ sebenarnya hanya sebagai gudang/tempat penyimpanan bukan untuk produksi, “ ijinnya perlu di pertanyakan” imbuhnya.

Sementara pihak Penyalur distributor resmi Pupuk Urea bersubsidi dan dari  PT Pupuk Kalimantan Timur [Kaltim] dari Usaha Dagang Sugih Waras yang berada  di Desa Temenggungan belum bisa di di hubungi, termasuk pihak lain yang berkompenthen..[tarman]


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here