Optimisme di Balik Masalah Klasik: Yusdiana Yakin Penanganan Banjir dan Krisis Air Balikpapan Menemui Titik Terang - Suara Indonesia
BeritaNewsPemerintahan

Optimisme di Balik Masalah Klasik: Yusdiana Yakin Penanganan Banjir dan Krisis Air Balikpapan Menemui Titik Terang

Avatar of admin
×

Optimisme di Balik Masalah Klasik: Yusdiana Yakin Penanganan Banjir dan Krisis Air Balikpapan Menemui Titik Terang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260209 224403
Foto: Anggota DPRD Kota Balikpapan, sekaligus Ketua Fraksi Nasdem, Yusdiana.

BALIKPAPAN, Senin (9/2) suaraindonesia-news.com – Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, secercah optimisme muncul dari gedung parlemen Balikpapan.

Anggota DPRD Kota Balikpapan, sekaligus Ketua Fraksi Nasdem, Yusdiana, menyuarakan keyakinannya bahwa sejumlah persoalan “klasik” yang selama ini membelenggu warga Kota Beriman akan segera menemukan solusi nyata pada tahun-tahun mendatang.

Dua isu krusial yang menjadi sorotan utama adalah penanganan banjir yang kerap melumpuhkan aktivitas kota serta krisis air bersih yang telah lama menjadi keluhan turun-temurun masyarakat.

Yusdiana menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam menempatkan kedua isu ini sebagai program prioritas mulai menunjukkan progres dan akan terus melakukan inovasi guna menuntaskan persoalan tersebut.

“Kami di DPRD menaruh harapan besar bahwa persoalan yang selama ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) menahun, seperti banjir dan ketersediaan air bersih, sebagian besar dapat dituntaskan dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Ini bukan sekadar target, tapi kebutuhan mendesak masyarakat yang harus kita kawal bersama,” ujar Yusdiana kepada awak media, Senin, (9/2).

Menurut Yusdiana, langkah-langkah strategis untuk menjinakkan genangan air dan memperluas cakupan layanan air bersih saat ini sedang berjalan di lapangan. Meskipun tidak bisa diselesaikan secara instan layaknya membalik telapak tangan, ia melihat adanya konsistensi dalam penganggaran dan pelaksanaan teknis oleh pemerintah kota.

Ia menilai, sinkronisasi antara perencanaan pemerintah dan pengawasan legislatif menjadi kunci utama agar anggaran yang dikucurkan benar-benar berdampak langsung pada hilangnya titik-titik banjir dan mengalirnya air bersih ke rumah-rumah warga yang selama ini masih kesulitan.

Namun, Yusdiana memberikan catatan penting. Ia menegaskan bahwa sehebat apa pun infrastruktur drainase atau bendali yang dibangun oleh pemerintah, tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa dukungan penuh dari partisipasi publik. Penanganan banjir menurutnya adalah kerja kolaboratif yang melibatkan etika lingkungan dari setiap individu.

“Pemerintah bekerja dari sisi teknis dan infrastruktur, namun kami meminta kerja sama yang tulus dari seluruh lapisan masyarakat. Minimal, mari kita sama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air. Sedimen dan tumpukan sampah adalah musuh utama drainase kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, bahwa penuntasan masalah klasik ini bukan sekadar narasi tahunan, melainkan sebuah transformasi nyata menuju Balikpapan yang lebih tangguh, nyaman, dan layak huni bagi seluruh warga.

“Apalagi Kota Balikpapan saat ini memegang peran vital sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga tuntutan agar Balikpapan memiliki infrastruktur dasar yang mumpuni menjadi sebuah tantangan yang tidak bisa ditawar-tawar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan