BALIKPAPAN, Rabu (25/2) suaraindonesia-news.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menunjukkan taringnya dalam memberantas penyakit masyarakat. Hingga hari ketujuh pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026, Korps Bhayangkara berhasil mengungkap puluhan kasus kriminalitas dan mengamankan ribuan barang bukti di seluruh wilayah hukum Kalimantan Timur.
Operasi skala besar yang mengerahkan 330 personel gabungan ini dilakukan secara serentak, menyisir titik-titik rawan mulai dari perkotaan hingga pelosok melalui jajaran Polres dan Polsek.
Berdasarkan data evaluasi terbaru, performa aparat di lapangan menunjukkan hasil yang impresif. Dari 71 Target Operasi (TO) yang ditetapkan, petugas berhasil mengeksekusi 28 TO. Namun, ketajaman intelijen di lapangan juga berhasil menjaring 59 kasus non-TO yang sebelumnya tidak masuk dalam daftar target awal.
Secara akumulatif, terdapat 87 kasus yang berhasil diungkap, mencakup tindak pidana berat hingga Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Dari rentetan pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sedikitnya 92 tersangka.
Tak hanya menangkap pelaku, petugas juga menyita 1.332 barang bukti yang berpotensi merusak kondusivitas masyarakat. Barang bukti tersebut didominasi oleh minuman keras (miras) ilegal berbagai merek, paket narkotika siap edar, alat peraga perjudian, senjata tajam dan atribut pelanggaran ketertiban umum lainnya.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, menyatakan bahwa intensitas operasi ini sengaja ditingkatkan guna menciptakan ruang publik yang bersih dari kemaksiatan dan kriminalitas, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
“Kami bergerak dengan pola razia gabungan, patroli dini hari, hingga penyelidikan intelijen yang menyasar tempat hiburan malam, warung remang-remang, hingga pemukiman padat penduduk. Komitmen kami jelas, memberikan rasa aman bagi warga Kaltim agar dapat beribadah dengan tenang,” ujar Yuliyanto dalam keterangan resminya.
Polda Kaltim memastikan bahwa Operasi Pekat Mahakam tidak akan mengendur hingga seluruh target operasi tuntas. Selain sebagai bentuk penegakan hukum, operasi ini merupakan representasi kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk membangun kepercayaan publik (public trust) dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kalimantan Timur.












