Oknum Wartawan Penipu di Tangkap Warga

oleh -18 views
Bustomi alias Bang Tomi’ia (Oknum Wartawan).

Suara Indonesia-News.Com, Jember – Berakhir sudah sepak terjang seorang Pria yang mengaku sebagai Wartawan. Pelaku ditangkap aparat kepolisian, setelah diduga menipu sejumlah warga. Tidak tanggung-tanggung, korbannya sekitar ada lima orang dari beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Jember, dengan total kerugian mencapai ratusan juta lebih. Pelaku sendiri ditangkap oleh warga Dusun Paseban, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, sesaat setelah mendatangi rumah korbannya di desa setempat.

Warga yang geram kemudian membawa oknum Wartawan tersebut ke Mapolsek Kencong, sekitar pukul 01.00 Wib. Informasi yang dihimpun dilapangan menyebutkan,wartawan penipu ini dikenal dengan nama Bustomi alias Bang Tomi’ia mengaku dari media Persada Post yang beralamat pusat di Kota Batam Propinsi Kepulauan Riau.

Bersamanya didapati kartu pengenal,lengkap pula dengan tulisan “PERS”serta nomor telpon kantor. Namun nomor kantor tersebut diduga palsu, karena saat dihubungi tidak terdengar nada sambung. Menurut penuturan seorang korban, Suraji (48), dirinya mengaku tergiur dengan jani-janji pelaku yang mengiming-iminginya menjadi satpam di salah satu perusahaan BUMN di Jember. Dia diminta pelaku menyerahkan uang Rp 4 juta sebagai persyaratan administratif.

Namun apa yang telah di janjikan oleh oknum wartawan tersebut tidak pernah terbukti, “saya sudah bayar Rp 4 juta kepada pelaku bulan Nopember tahun kemarin mas,” ujar korban, saat di Mapolsek Kencong. Selain Suraji ada sejumlah korban lain yang turut melapor ke Mapolsek Kencong, diantaranya Supeno (60) dan Mis (45) warga Desa Paseban, Ani (45) Warga Desa Kencong dan Wahyu Hidayat (40) warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger. Supeno dan Wahyu Hidayat di iming-imingi akan dipekerjakan sebagai satpam di hotel.

Terhadap Mis pelaku menjanjikan akan menyelesaikan perkara hukum yang menjerat suaminya dengan imbalan Rp. 12 juta. Sedangkan Ani, korban terakhir yang melapor ke Mapolsek Kencong mengaku tertipu sejumlah uang hingga Rp. 77 juta lebih, “saat itu pelaku sanggup menjadi juru tagih, tapi ternyata uang yang diterima oleh pelaku tidak pernah di berikan kepada saya,” kata Ani. Pantauan media di Mapolsek Kencong terlihat, sejumlah warga yang menjadi korban tengah dimintai keterangan oleh polisi.

Yang lebih menghebohnya lagi,saat ditengah-ditengah pemeriksaan yang di lakukan oleh penyidik polsek  kencong tersebut,ada tiga orang perempuan yang mengaku sebagai keluarga pelaku,yang mentang-mentang terhadap penyidik dan sejumlah wartawan yang sedang meliput.ada slentingan mereka mengaku di backup seorang kenalan yang berdinas di Mapolda Jatim. Setelah memasuki ruangan penyidik, ketiga perempuan tersebut nyelonong keluar dan terkesan menghindari awak media. Namun sayang, hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari polisi, “sabar ya mas, pelaku masih kita sidik,” ujar salah seorang polisi dari Mapolsek setempat. (dik/sjp/ruz-FWLM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *