ABDYA ACEH, Senin (17 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Oknum TNI dari kesatuan Kompi Senapan E 115/Macan Lauser yang berlokasi di Desa Rambong, Kecamatan Setia, Kabuaten Aceh Barat Daya (Abdya), diduga melakukan tindakan mendorong mesin molen cor pekerjaan Desa setempat hingga terjungkir ke parit.
Dari informasi yang didapat suaraindonesia-news.com, mesin molen cor yang digunakan oleh masyarakat untuk melakukan pekerjaan cor jalan rabat beton menuju ke perkuburan desa diduga didorong oknum TNI karena menganggap material pekerjaan tersebut menggangu lalu lintas jalan menuju ke komplek Kompi 115/ML Dusun Drien Labu Linta Desa setempat.
Sebelum melakukan pendorongan, oknum tersebut juga mendatangi rumah Keuchik Desa setempat sembari mengatakan, pekerjaan itu tidak bagus dikarenakan material ada dipinggir jalan.
Selain itu, kepada Sekdes dan Kadus, oknum tersebut dilokasi juga sempat mengatakan, jika tidak dipindahkan mesin molen cor itu nantinya akan hilang dengan nada tidak mengenakkan.
Atas ancaman tersebut, aparat Desa yang terdiri dari Keuchik, Sekdes, Ketua Peut, Tuha Sinubok serta ketua TPK Desa Rambong pada Senin pagi sekira pukul 08.00 WIB bersama-sama melakukan pengecekan kelokasi pekerjaan, setiba dilokasi mereka mengaku kanget karena mesin molen cor bersama satu drum air sudah tercebur ke dalam parit.
Suhardi, ketua TPK Ramong kepada wartawan mengakui, pihaknya sangat keberatan dengan sikap tidak bersahabat yang ditunjukan oleh oknum tersebut.
“Seharusnya aksi itu tidak perlu dilakukan, mengingat masyarakat Desa Rambong selama ini sudah menggangap penghuni Kompi saudara,” ujarnya.
“Ini pekerjaan Desa, yang kerja masyarakat setempat, bukan proyek besar, kalau ada masalah dibicarakan dengan musyawarah,”tegas Suhardi menambahkan.
Disamping itu, Kadus Drien Labu Linta, Rajo Saleh dan kadus suro kaya Hasbi juga menyayangkan sikap oknum tersebut. Seharusnya, lanjutnya, TNI itu mengayomi masyarakat, bukan menakut-nakuti rakyat.
“Inikan barang sewaan, kalau rusak untuk bayarnya mahal, anggaran tidak ada untuk itu,” imbuhnya.
Hal senada juga diutarakan Ketua Tuha Peut Desa Rambong, Nazli. Yang didamping keucik Desa Rambong Ade Herman, Menurutnya, atas aksi tesebut, pihaknya telah melaporkan oknum tersebut kepada Danki Kompi 115/ML. Dan Dandim 0110 Abdya.
“Atas keberatan kami, kami sudah melaporkan itu kepada atasan yang bersangkutan dengan melampirkan foto-foto,” tutur ketua tuha Peut Nazli.
Sementara itu, Dandim 0110 letkol inf puji Hartono saat dikonfirmasi mengatakan, segera akan turun kelapangan untuk menkros cek.
“Kami akan segera kelokasi untuk mengkroscek secara langsung,” tegasnya singkat lewat pesan sms. Kepada suaraindonesia-news.com, Senin (17/7). (Nazli Md)













