Obyek Dianggap Kabur, Kuasa Hukum Trisno Enggan Jawab Somasi Kuasa Hukum Amari

oleh -31 views

LUMAJANG, Minggu (5/7/2020) suaraindonesia-news.com – Dianggap berkirim surat somasi yang tidak jelas obyeknya, Suriyadi SH, selalku kuasa hukum Trisno, memberikan balasan surat kepada kuasa hukum Amari, Mahmud SH, Terlapor terduga perkara pencurian udang di tambak milik PT Bumi Subur di Dusun Maleman, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, beberapa waktu yang lalu.

Perkara yang tak kunjung usai ini, kian menemukan perkembangan fakta baru yang sebenarnya. Namun perkara ini menemui jalan buntu dalam melakukan mediasi. Padahal sesuai dengan Surat Kapolri No Pol : B/3022/XII/2009/SDEOPS tanggal 14 Desember 2009 tentang Penanganan Kasus Melalui “Alternatif Dispute Resolution” (ADR). Dan juga dalam Peraturan Kapolri tentang mediasi penyelesaian perkara atau Restorative Justice Perkara Pidana pada tingkat penyidikan, kedua belah pihak tidak menemukan kata sepakat, malah berbuntut sejumlah persoalan baru muncul tanpa dasar bukti yang kuat.

Suriyadi, kepada media ini menjelaskan jika pihaknya menjawab surat somasi kuasa hukum Amari, yang diberikan kepada kliennya para tanggal 29 Juni 2020 lalu, dengan 2 (dua) hal yang sangat penting.

“Pertama, saya katakan bahwa klien saya sudah tidak ada hubungan lagi dengan saudara Hendra Sutejo, secara ikatan hukum apapun. Dan itupun sudah dilakukan keduanya, jauh-jauh hari sebelum pak Mahmud melayangkan surat somasi kepada klien saya. Baik selaku pemberi dan penerima kuasa, secara tertulis dan lisan,” kata Ketua DPC Peradi Perjuangan Kabupaten Lumajang ini.

Yang kedua, diungkapkan Suriyadi, bahwa semua obyek yang tercantum dalam surat somasi pihak Terlapor (Amari), dianggap masih kabur dan tidak jelas yang dimaksudkan, seperti nominal uang, Rp. 425.000.000 namun tertulis ( Empat Ratus Juta Rupiah), nilai sebenarnya berapa?

“Mobil Yarisnya juga tidak jelas identitasnya, seperti nopol berapa, atas nama siapa BPKB-nya, nomor mesin berapa, nomor rangka berapa dan warna catnya apa, itu harus dijelaskan dengan specifik lagi,” ungkapnya.

Sedangkan sertifikat dan akte jual beli (AJB) nya, kata Suriyadi juga tidak jelas, tidak dicantumkan nomor sertifikat dan nomor AJB-nya, dan siapa saja yang melakukan jual beli atas sebidang tanah tersebut.

“Juga tidak ada luasan tanah yang dicantumkan dalam surat somasi tersebut. Karena obyek somasi tidak jelas,maka kami belum bisa menjawab secara kongkrit, sebab obyeknya tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” tambahnya.

Surat kliennya ini, kata Suriyadi, sudah ditembuskan kepada Ketua Pengadilan Negeri Lumajang, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang, Kapolres Lumajang dan Kasat Reskrim Polres Lumajang.

Sebelumnya, pada sejumlah pemberitaan media massa, kuasa hukum Terlapor (Amari), Mahmud SH, memang sempat melayangkan surat somasi kepada saudara Hendra Sutejo dan saudara Trisno, karena mereka berdua, selaku pemberi kuasa dan penerima kuasa, sudah tidak berhak lagi menyimpan, menguasai atau memiliki uang, mobil Yaris dan sebidang tanah yang diberikan oleh saudara Terlapor dkk, beberapa waktu yang lalu.

“Rinciannya ada uang Rp. 425 juta (empat ratus juta rupiah), 1 unit mobil Yaris, sertifikat sebidang tanah dan akte jual beli sebidang tanah,” kata Mahmud dalam surat somasinya.

Dikatakan Mahmud, bahwa somasi itu dilakukan sehubungan dengan diterimanya beberapa surat dari Polres Lumajang LP Nomor : LP/90/IV/2020/JATIM/RES LMJ. tanggal 18 Mei 2020 atas nama Pelapor Saudara Hendra Sutejo tentang dugaan pencurian udang sebanyak 24 ton setara dengan uang Rp. 1,4 miliar, yang dilakukan oleh Terlapor (Amari).

Somasi ini juga terkait dengan adanya Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.sidik/206/VI/2020/Satreskrim tanggal 19 Juni 2020 dan juga berkaitan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor : B/58/VI/RES.1.8/2020/Satreskrim tanggal 25 Juni 2020.

Dalam tuntutannya, dikatakan Mahmud, apabila dalam waktu yang ditetapkan mereka tidak mengembalikan apa yang sudah diberikan Terlapor kepada keduanya, maka pihaknya akan melakukan upaya hukum, baik secara pidana maupun secara perdata, karena dianggap melakukan perbuatan melawan hukum. Ternyata somasi kepada saudara Hendra Sutejo dan saudara Trisno, sudah terjawab sudah.

Reporter : fuad
Editor : Amin
Publiser : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *