Nyaris Tak Tersentuh, Penghuni Rutilahu di Sukakersa Sukabumi Mengkhawatirkan

oleh
Kondisi Ruma Mak Piah Kp. Cimundu Rt.34/05 Desa Sukakersa, Kec. Parakansalak. Kab. Sukabumi.

SUKABUMI, Sabtu (29/2/2020) suaraindonesia-news.com – Tampak bangunan rumah yang ditopang beberapa bambu sangat menghawatirkan, ditambah kondisi cuaca yang ekstrim nyaris menimbulkan bencana. Rumah tersebut di ketahui di huni oleh mak Sopiah (74) dan putranya.

Ditemui di rumahnya di kp. Cimundu rt 34/rw 05 Desa Sukakersa, Kecamatan Parakan Salak, Kabupaten Sukabumi, Sopiah menuturkan kepada suaraindonesia-news.com, selama ini ia mengeluh karena merasa kurang diperhatikan oleh Pemerintah Desa Suka Kersa.

Terhitung sudah 5 tahun mak Sopiah tinggal bersama putra ke empatnya menghuni rumah yang jauh dari kata layak dan sangat menghawatirkan, bukan tanpa sebab, terlihat tempat tinggalnya di topang oleh beberapa batang Bambu yang rentan roboh belum lagi bocor saat musim hujan.

“Orang lain mah suka dapat beras sama uang dari Pemerintah emak mah nggak sama sekali, Pernah dikasih daging itu juga dari pak Rt,” ujarnya.

Ia berharap, ada yang peduli agar sama seperti yang lain, mendapatkan kehidupan yang sejahtra dan tinggal dirumah yang layak,” ungkapnya.

Merasa tersentuh dengan Mak piah
yang hidup di rumah tidak layak huni, salah seorang warga bernisiasi untuk mengumpulkan donasi, terhitung sudah 6 bulan lebih Fauzi (32) warga Kp. Pasirkuda Rt 23/08 Desa Sukakersa, Kec. Parakansalak, Kab. Sukabumi.

“Mudah mudahan bisa bertemu donatur untuk mewujudkan harapan mak Piah,” harapnya.

Menanggapi hal ini, H.Deden Deni Wahyudin, SE, Kepala Desa (Kades) Suka Kersa, saat di konfirmasi mengatakan bahwa tempat tinggal mak Piah sudah masuk di program 2020.

“Kan kita bertahap, masih banyak yang mungkin perlu kita perbaiki. Insya Allah mak Piah 2020 ini udah masuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini insya Allah kita perbaiki melalui progran RTLH,” jelasnya, saat di konfirmasi melalui pesan singkat. Sabtu (29/2).

Reforter : Asep Sopandi
Editor : Amin
Publiser : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *